PEMKAB MUBA RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN HARI RAYA IDUL ADHA 1437 H

PEMKAB MUBA RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN HARI RAYA IDUL ADHA 1437 H

Sekayu -

Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1437 H atau Hari Raya Qurban tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar rapat pemantapan bersama dinas terkait, bertempat di Ruang Rapat Serasan Sekate Pemkab Muba, Selasa (23/8/2016).

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Muba H Rusli SP MM ini, membahas pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, yaitu waktu dan tempat pelaksanaan Sholat Idul Adha, serta petugas Pelaksanaan Sholat Ied tersebut. Selain itu yang terpenting panitia Qurban atau panitia pembagian Qurban untuk masyarakat yang membutuhkan di wilayah Bumi Serasan Sekate, khususnya di Kecamatan Sekayu.

“Untuk pelaksanaan Hari Raya Idul Adha ini sama seperti perayaan Idul Fitri 1437 H yakni dilaksanakan di Masjid Raya Baitul Makmur yang bertempat di Kelurahan Kayuara. Selain digelar Sholat Ied Berjamaah, pemotongan hewan qurban juga kita laksanakan disana,” ujarnya.

Lanjut Sekda, untuk penetapan hari dan tanggal pelaksanaan Sholat Idul Adha akan jatuh pada hari Senin, 12 September 2016 mendatang. Namun pastinya mengikuti pengumuman resmi dari Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Kami mengimbau dan mengajak masing-masing SKPD Muba untuk melaksanakan qurban di Masjid Raya pada waktunya nanti. Dan kepada pihak terkait yang masuk dalam kepanitiaan pelaksanaan perayaan Idul Adha 1437 H mendatang untuk terus saling berkoordinasi serta bertanggung jawab pada tugas dan tupoksinya masing-masing supaya kegiatan yang kita laksanakan berjalan dengan sukses, sesuai harapan kita bersama,” tandas Rusli.

Dalam kesempatan yang sama, Kabag Kesra Setda Muba Drs H M Jaya MSi menambahkan, untuk pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 1437 H tahun ini akan berbeda pada tahun-tahun sebelumnya. Dimana Plt Bupati Muba tidak ikut Shalat Ied di Ibu Kota Kabupaten Muba, Sekayu melainkan di kecamatan lain.

“Ada dua pilihan kecamatan yang akan menjadi tujuan Shalat Ied Plt Bupati Muba yakni Kecamatan Babat Toman atau Batang Hari Leko, namun untuk kepastiannya akan terus kita koordinasikan,” pungkasnya.

Rapat Pemantapan ini diikuti oleh para Asisten, Pimpinan SKPD atau dinas terkait yang tersusun dalam kepanitian, dari Polres Muba dan Polsek Sekayu, Camat Sekayu serta Perwakilan dari setiap Kelurahan/Desa yang ada di Kecamatan Sekayu.

(Penulis: Rendy Pradana , Editor: Basori)

olpaper
Online Paper Updated at:

JEMBATAN PESONA TANJUNG SENAI INI DIPENUHI CORETAN

JEMBATAN PESONA TANJUNG SENAI INI DIPENUHI CORETAN

Indralaya -

Baru satu tahun lebih diresmikan, jembatan Tanjung Senai yang menjadi satu-satunya ikon Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang memiliki panjang 60 meter dan lebar 7 meter, sudah diwarnai dengan coretan-coretan di berbagai bagian badan jembatan.

Ironisnya lagi, coretan di salah satu bagian badan jembatan tertulis kalimat-kalimat kotor yang sengaja dituliskan oleh pengunjung yang tak bertanggung jawab.

Jembatan yang dibangun dari dana APBD milyaran rupiah itu, terkesan kurangnya fungsi pengawasan (controlling) oleh pemerintah setempat. Sehingga, menimbulkan aksi vandalisme atau kebiasaan. Karena, kurangnya fungsi pengawasan.

Padahal, jembatan tersebut, merupakan satu-satunya akses jalan menuju Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Ogan Ilir Tanjung Senai Indralaya dari arah Indralaya, yang hampir setiap hari dilalui baik oleh kepala daerah setempat, maupun para pejabat birokrasi dan pejabat eksekutif, dan legeslatif Kabupaten OI.

Menurut Herman (38), tokoh pemuda mengatakan, selain kurangnya fungsi pengawasan terhadap jembatan tersebut, juga mencerminkan rendahnya tingkat kesadaran warga masyarakat yang belum mempunyai rasa memiliki terhadap aset kota khususnya kepada pengunjung yang dengan sengaja melakukan aksi coretan di berbagai badan jembatan.

“Dan rendahnya etika kesantunan masyarakat pengunjung sehingga merusak landmark yang semestinya menjadi kebanggan bersama, milik bersama dan dirawat bersama, bukan untuk dirusak,” ujar Herman, Selasa (23/8) kematin.

Ia berharap, kepada pihak terkait Pemda OI, agar membentuk tim monitoring yang berfungsi melakukan pengawasan terhadap aset milik daerah, salah satunya melakukan pengawasan terhadap jembatan Ikon bumi “caram seguguk” dengan harapan aksi demikian tidak terulang.

Seperti diketahui, sejak mulai dioperasionalkannya jembatan Tanjung Senai Indralaya, dijadikan jalur alternatif bagi kendaraan dari arah Kayuagung hendak menuju ke arah Palembang dengan tidak melalui Jalintim pasar Indralaya yang semakin hari semakin padat.

Tak hanya itu, jembatan ini juga dijadikan tempat tongkrongan muda mudi dan kaum dewasa untuk menikmati indahnya pesona Tanjung Senai disore hari untuk berselfi ria.(evi)

olpaper
Online Paper Updated at:

TP-PKK SUMSEL SOSIALISASIKAN GIZI BERIMBANG

TP-PKK SUMSEL SOSIALISASIKAN GIZI BERIMBANG

Palembang –

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mensosialisasikan bagaimana menciptakan pola hidup sehat terutama di lingkungan keluarga sendiri. Kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk kepedulian TP-PKK Sumsel dalam mendukung program-program yang di canangkan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel .

Wakil Ketua I TP-PKK, Hj. Tartila Ishak mengatakan, sosialisasi Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) ini dapat menciptakan kreativitas dan imajinasi para ibu-ibu yang tergabung dalam TP-PKK Kecamatan di Sumsel.

Sosialiasi dilaksanakan mulai tanggal 23-24 agustus 2016 yang diikuti 17 Kabupaten/ Kota se-Sumsel guna mendukung program pemerintah dan merupakan cara bagaimana terciptanya harmonis di lingkungan keluarga.

“Di harapkan semoga semakin banyak kader PKK di Provinsi Sumsel ini dapat selalu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, salah satunya di bidang  pangan”, katanya di Aula Gedung Wanita di Jalan Rajawali Palembang. Selasa, (23/08).

Menurut Tartila, kegiatan ini perlu ditingkatkan mengingat masalah pangan merupakan masalah utama agar masyarakat dapat hidup sehat dan sejahtera. Maka dari itu sudah tugas para kader PKK agar dapat menindaklanjuti dengan membuat program-program atau kegiatan di Kabupaten/Kota masing-masing.

Ditambahkanya, acara ini merupakan kegiatan yang di laksanakan setiap tahun dalam kurun waktu 4 tahun terakhir. Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak kader PKK di Sumsel dapat meningkatkan kualitas hidup melalui pengetahuan tentang pangan.

Sementara itu, Ketua panitia Fien Purwadi menambahkan, faktor yang paling dominan dan menentukan kualitas sumber Daya Alam manusia (SDA) adalah berkecukupan gizi. Namun hal ini tergantung pola hidup masyarakat.

Guna menjadikan B2SA sebagai kebiasaan tidaklah mudah, diperlukan kreativitas dan imajinasi bagi ibu-ibu dalam menyediakan menu untuk dimakan anggota keluarga.

“Untuk itulah TP-PKK Sumatera Selatan bekerjasama dengan instansi terkait melakukan sosialisasi seperti pada hari ini lomba menu serba ikan, lomba cipta menu B2SA dan menciptakan menu-menu masakan beragam”, katanya.(ADV. Humas Pemprov)

olpaper
Online Paper Updated at:

KEGIATAN FISIK PU BM MUBA BELUM BERJALAN OPTIMAL

KEGIATAN FISIK PU BM MUBA BELUM BERJALAN OPTIMAL

Sekayu –

Dari data Sistem Informasi Pengendalian Pembangunan Daerah (SIPPD) Musi Banyuasin (Muba) tercatat komposisi realisasi capaian kegiatan fisik untuk Dinas PU Bina Marga (BM) terhitung bulan Juli masih 64 dikategorikan belum berjalan, dari 231 kegiatan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muba Drs Yusuf Amilin melalui Kabid  Pengendalian Pembangunan, Eko Oktavia mengatakan, dari website SIPPD sendiri memang terlihat untuk PU Bina Marga komposisi kegiatan ada 231 paket, dan yang sudah tercapai 129 paket, tidak tercapai 38 sedangkan belum berjalan itu 64. Namun, data itu sendiri terhitung bulan Juli, sedangkan Agustus sendiri belum masuk.

“Komposisi sendiri bisa dilihat dan dibedain melalui warna merah artinya tidak tercapai, hijau tercapai dan kuning sendiri itu belum berjalan. Artinya mungkin masih dalam tahapan lelang, sedangkan tidak tercapai karena dibintangi,” ungkap Eko melalui phonselnya.

Memang, diakui, bukan hanya PU Bina Marga saja yang masih banyak belum berjalan, ada juga beberapa SKPD lainnya tapi tidak sebanyak BM. “Mungkin belum dientri ke SIPPD makanya masih banyak, karena untuk data bulan Agustus dientri berakhir 5 September. Masih ada 14 hari lagi,” ucapnya.

Sedangkan, Kepala PU Bina Marga Muba, Ali Badri ST MT melalui Kabid Operasional dan Pengujian, Ahmad Abraham ST mengakui, kalau memang terlihat dari website SIPPD sendiri. Memang masih banyak yang belum berjalan, namun itu data bulan Juli untuk Agustus sendiri akan berkahir 5 September, jadi kita belum melakukan entri data. “Data SIPPD itu valid datanya,” ucapnya.

Akan tetapi, sambung Bram yang sering disapa, pihaknya sudah melakukan beberapa lelang kegiatan, hanya saja belum dientri. Sedangkan, yang tidak tercapai mungkin saja dibintangi. “Karena masalah anggaran banyak kegiatan yang dibintangi. Makanya yang tidak tercapai saya rasa dibintangi sehingga tidak tercapai, bukan gagal lelang,” tukasnya. (edy)

olpaper
Online Paper Updated at:

GUBERNUR SUMSEL TANGGAPI WACANA KENAIKAN HARGA ROKOK

GUBERNUR SUMSEL TANGGAPI WACANA KENAIKAN HARGA ROKOK

Palembang –

Menanggapi rencana pemerintah Indonesia menaikan harga rokok yang akan berdampak pada peningkatan pendapatan negara, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menilai, pemerintah harus cermat bagaimana mencarikan kompensasinya serta jangan sampai terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran terhadap tenaga kerja di sektor rokok, disamping itu, dengan kenaikan rokok tentunya akan meningkatkan pendapatan negara.

Menurut Alex, pemerintah merencanakan kenaikan harga rokok sebesar Rp. 50.000 sementara di negara lain seperti Australia harganya sudah mencapai Rp. 200.000, dan negara lainnya paling murah antara Rp 130.000 sampai Rp 140.000, jumlah ini lebih tinggi karena memang daya beli negara lain lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

“Kalau memang naik ya apa boleh buat, kalau masih mau merokok ya beli. Jadi kalau memang tidak mampu lagi membeli ya jangan ngerokok lagi”, ungkap Alex Noerdin usai menghadiri rapat Paripurna XVIII DPRD Sumsel dengan agenda, Penjelasan Gubernur Sumsel terhadap Raperda Perubahan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Provinsi Sumsel Tahun Anggaran 2016 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel. Selasa, (23/08).

Lanjut Alex mengungkapkan, dari sisi kesehatan, khususnya masyarakan Provinsi Sumsel juga harus bisa melihat besarnya biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk mengobati orang yang sakit akibat merokok dibandingkan sektor pajak yang didapat pemerintah melalui cukai rokok.

“Coba bayangkan berapa biaya yang dikeluarkan untuk mengobati orang yang sakit akibat merokok”, ujar Gubernur yang dikenal sangat anti rokok ini.

Sementara, ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Sumsel, HM Giri Ramanda menilai, untuk idealnya mengurangi perokok maupun mencegah peningkatan perokok harus dilakukan penaikan harga rokok secara berkala bukan sekaligus.

Namun, Kata Giri Ramanda, sejauh ini pihaknya masih melihat sebagaimana jauh kajian dari pemerintah pusat terkait rencana kenaikan ini karena yang akan mengeluarkan ketentuan ini yakni Pemerintah Pusat terutama Departemen Keuangan.

“Jadi kita lihat dulu sejauh mana kajian dari pemerintah pusat, kita perkirakan diakhir 2016 atau awal 2017 akan mulai dilakukan kenaikan cukai rokok berkisar 16 persen”, terangnya.

Untuk diketahui, sebagai daerah yang tidak memiliki industri pengelolaan tembakau, Sumsel merupakan salah satu konsumen rokok tertinggi dibandingkan Provinsi lain di Indonesia.

Hal ini dapat dilihat dari penerimaan pajak cukai rokok dalam awal triwulan estimasinya mencapai Rp. 300 milyar, nilai ini tergolong konsumsi yang tinggi dengan perokok terbanyak di usia prodiktif dan jenis konsumsi rokok lokal.(ADV. Humas Pemprov)

olpaper
Online Paper Updated at:

 
back to top