Minggu, 24 Juli 2016

ISHAK MEKKI MELEPAS RIBUAN PEJALAN SEHAT

ISHAK MEKKI MELEPAS RIBUAN PEJALAN SEHAT

Palembang –

Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BNI ke-70, Bank BNI menyelenggarakan berbagai kegiatan terutama menggelar Family Fun Walk di Halaman Parkir Kantor DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Jl. Kapt. A. Rivai No. I Palembang. Minggu, (24/07)

Kegiatan Family Fun Walk diikuti oleh ribuan para peserta pejalan sehat dan juga para pejabat baik dilingkungan Pemprov Sumsel, Kapolda, Kodam, Bank BNI dan lainnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumsel, H. Ishak Mekki dalam sambutannya mengatakan, kegiatan family fun walk atau jalan sehat ini sebagai olahraga yang dapat membugarkan jasmani. “Tentu Pemprov Sumsel menyambut baik apa yang digagas oleh BNI yang mana pagi hari melaksanakan kegiatan jalan sehat”, ujarnya.

“Kegiatannya tentu sangat bermanfaat sekali bagi kita semua dan masyarakat demi kesahatan dan kebugaran. Dengan adanya kegiatan seperti ini tentu antusias kita dalam menyambut Asian Games 2018 nanti”, kata Ishak.

Ia menambahkan, Pemprov Sumsel telah berusaha payah dalam menyambut Asian Games 2018, terutama Pemprov Sumsel telah gencarnya melakukan pembangunan seperti Light Rail Transit (LRT), Jalan Tol Palembang-Indralaya (Palindra), Flyover/Underpas, Rumah Sakit dan lainnya.

“Maka dari itu kami mengharapkan agar masyarakat dapat mendukung, sehingga Asian Games 2018 yang akan di laksanakan di Palembang bisa berjalan lancar dan sukses”, himbau Ishak sekaligus mengucapkan selamat HUT ke-70 BNI.

Sementara itu, CEO BNI Wilayah Palembang, Rianto Wisnu Hadi mengatakan, “dihari HUT BNI ke 70, lami sengaja mengambil tema sinergi kembangkan energi”, katanya.

Sebelumya, BNI juga telah melakukan berbagai kegiatan terutama dalam memberikan sembako gratis kepada seluruh Indonesia, kegiatan bedah rumah, mudik gratis ke 77 tujuan dan sembako murah 3000 paket. “Tentu kami juga siap untuk membantu mensukseskan Asian Games 2018 di Palembang”, pungkasnya.(ADV. Humas Pemprov)

olpaper
Online Paper Updated at:

JEMBATAN AMBRUK, DUA DESA TERISOLIR

JEMBATAN AMBRUK, DUA DESA TERISOLIR

Indralaya -

Warga yang bermukim di Lubuk Rukam dan desa Muara Kumbang kecamatan Kandis kabupaten Ogan Ilir (OI), terisolir. Hal ini disebabkan jembatan yang biasa dilalui warga dua desa tersebut ambruk dan roboh ke sungai bersama sebuah truk pengangkut material bangunan.

Bahkan sebagian besar pelajar baik SD, SMP maupun SMA yang bersekolah ke pusat kota kecamatan, kesulitan untuk pulang.

Pelajar dengan mengendarai sepeda motor terpaksa harus memutar arah menyeberangi Sungai Komering dengan menggunakan perahu getek dan atau memutar dari Tanjung Mas Kecamatan Rantau Alai sejauh lebih kurang 20 kilometer.

Menurut penuturan warga yang tinggal tak jauh dari jembatan tersebut mengklaim kalau ambruknya sebagian lantai jembatan lantaran jembatan tak kuasa menahan beban truk yang melintas dengan muatan batu koral, beberapa hari yang lalu.

“Saat itu, saya habis salat Maghrib. Tiba-tiba, terdengar bunyi yang sangat keras. Bruuukk. Rupanya setelah dilihat ternyata ada truk yang jatuh dari jembatan,” kata salah satu warga, Sabtu (23/7).

Dia mengaku jembatan besi itu diperkirakan dibangun sejak tahun 2006 silam. Sebagian besar tiang jembatan sudah lama keropos dan patah. Begitupun lantai jembatan yang terbuat dari plat besi juga mulai mengelupas.

“Jembatan ini menjadi akses satu-satunya warga baik para pejalan kaki, sepeda motor maupun mobil menuju ke sejumlah desa. Wajar saja kalau truk akan ambruk bersama jembatan karena jembatan sudah tua dan banyak yang keropos,” tuturnya.

Penulis: Beri Supriyadi

olpaper
Online Paper Updated at:

PRODUKSI MINIM, HARGA JUAL PADI ORGANIK MASIH TINGGI

PRODUKSI MINIM, HARGA JUAL PADI ORGANIK MASIH TINGGI

Muaraenim –

Beras organik asal Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim saat ini diminati masyarakat lokal hingga sampai keluar daerah. Namun karena produksinya masih terbatas, membuat harga jual beras organik asal daerah ini dirasakan masih tinggi. Harganya mancapai Rp. 15 ribu rupiah per kilogram, sehingga perlu dilakukan peningkatan produksi dan perluasan lahan tanam.

Melalui Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP3K) Pandan Enim, akan berupaya melakukan peningkatan produksi padi organik dengan memperluas lahan dan memberikan pelatihan untuk para petani diwilayahnya. Salah satunya pekan lalu memberikan pelatihan budidaya padi organik kepada para pengurus Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Kecamatan Lawang Kidul dan Kecamatan Tanjung Agung.

“Beras organik kita sudah diminati sampai dikirim keluar daerah. Namun harganya masih tinggi. Perlu kita adakan peningkatan produksi dan perluasan lahan produksi padi organik di wilayah ini”, ungkap Maman Suherman, S.P., kepada media ini. Minggu, (24/07/2016).

Dikatakan Maman, luas area produksi pada organik diwilayahnya baru mencapai sekitar 400 hektar. Kemudian dari itu, imbuhnya, baru sekitar 221 hektar sudah berstandar nasional. Kata dia, dalam satu tahun dilakukan dua kali panen, dan setiap hektar sawah mampu menghasilkan 6 sampai 7 ton padi organik.

“Dari produksi itu kita masih kurang, dan perlu untuk memperluas lahan untuk bercocok tanam padi organik”, imbuh Maman.

Lanjut dia, kalau lahan pertanian ditanami dengan padi organik. Maka untuk perawatan dan pemeliharaan juga menggunakan cara yang organik. Salah satunya penggunaan pupuk organik yang bisa dibuat sendiri oleh para petani. Sehingga dengan cara ini, biaya produksi dapat ditekan dari pada dengan menggunakan pupuk sintetis (pupuk non organik,red).

“Kalau area sawah bisa ditanam padi organik. Maka pemupukan harus dengan yang organik dan jangan yang sintetis. Dengan hal ini biaya produksi bisa ditekan,”imbuhnya.(eko)

olpaper
Online Paper Updated at:

ROADSHOW BEAT PESTA 10 JUTA DI KOTA SEKAYU

ROADSHOW BEAT PESTA 10 JUTA DI KOTA SEKAYU

Sekayu –

Sebagai bentuk apresiasi terhadap konsumen dan sekaligus mengenalkan program BeAT Pesta 10 Juta kepada konsumen, MD Dealer Astra Motor Honda selaku main dealer sepeda motor Honda di Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin menggelar Roadshow BeAT Pesta 10 Juta yang diselenggarakan di Lapangan Gelanggang Remaja Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Minggu, (24/07/2016).

Acara ini bekerja sama dengan dealer-dealer yang ada di Kota Sekayu seperti Astra Honda, Nusantara Surya Sakti (NSS), Anugrah Kencana Motor (AKM), Dinamik Putra Perkasa, dan Bintang Mulya Jaya dengan disupport oleh lesing Fifgroup, serta banyak program dari masing-masing dealer seperti potongan DP dan hadiah langsung khusus di bulan ini.

Berbagai kegiatan dilakukan untuk meramaikan roadshow ini antara lain games Ular tangga raksasa, Honda Riding Test, Karaokean, dan dihibur oleh orgen tunggal lokal.

Kegiatan ini begitu meriah, ini terlihat dari antusias warga di sekitar Lapangan Gelanggang Remaja Kota Sekayu yang ada di lokasi acara.

Syawal selaku Kepala Pos Astra, mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sebagai pengenalan program Honda BeAT Pesta 10 Juta kepada konsumen khususnya di Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin.

“Roadshow BeAT Pesta 10 Juta ini sengaja digelar agar konsumen mengetahui program yang di gelar oleh PT. Astra Honda Motor. Program ini di lakukan sebagai bentuk apresiasi kepada calon konsumen Honda BeAT yang akan membeli pada periode Juni hingga Juli 2016”, ungkapnya.

Program ini berlaku untuk setiap pembelian 1 unit Honda BeAT tipe apa saja, Honda BeAT eSP atau BeAT Pop eSP, baik secara tunai maupun kredit selama periode promo.

Setelah mengisi data diri secara lengkap pada kupon undian, konsumen dapat memasukkan kupon pada kotak undian yang terdapat di seluruh diler Honda di kota Sekayu. Hadiah yang diperebutkan adalah 10 keping emas untuk 10 pemenang masing masing senilai 100 gram, 100 unit motor Honda Beat (tipe Cw) untuk 100 pemenang dan 1000 tabungan masing masing senilai Rp. 1 juta untuk 1.000 pemenang. Pemenang akan diumumkan pada bulan juli ini. (WindaC).

olpaper
Online Paper Updated at:

HARGA KARET MELOROT, PETANI MENGELUH

HARGA KARET MELOROT, PETANI MENGELUH

Baturaja –

Terus melemahnya harga jual karet, membuat petani yang bergantung dari penjualan komoditas tersebut, mengeluh. Tak ada upaya yang dapat dilakukan, selain menunggu keajaiban datang petani memperbaiki kualitas hasil sadapan. ” Kalau mau asal-asalan penyadapan, harus terima dihargai murah.” Kata supri, petani karet Unit dua kecamatan Lubuk Raja, minggu (24/7)

Menurutnya, kualitas getah hasil sadapan di daerahnya memang terkenal baik. Hanya saja faktor kebersihan karet tersebut sangat mempengaruhi bobot dan harga jual. Sejauh ini masih dijumpai getah hasil sadapan kotor. Karena di dalam karet masih didapati tatal bekas sadapan. ” Murah kalau campur tatal cuma Rp. 5000. Tapi untuk yang bersih Rp 6.000/kg. Ini waktu penimbangan terakhir.” Jelasnya.

Jika dibandingkan dengan dua kawasan lainnya. Seperti di desa Penyandingan kecamatan Sosoh Buay Rayap dan Sleman kecamatan Semidang Aji, harga jual di kecamatan Lubuk Raja terbilang tinggi. Sebab, harga karet di desa Penyandingan justru turun di bawah Rp. 5000/kg. ” Sebelum lebaran sempat Rp 4.700/kg tapi setelah lebaran turun menjadi Rp 4.500/kg.” Kata Deni, warga Penyandingan.

Meski murah, kata dia masih lumayan pendapatan yang diterima. Jika dalam dua pekan penyadapan bisa menimbang lebih dari 200 kg. Sementara harga karet di desa Sleman, Semidang Aji sempat stabil diharga Rp 6.700/kg. Hal itu dikatakan Medi. Sayangnya harga terbaru belum diketahuinya, sebab jadwal penimbangan dilakukan besok (hari ini).” Kalau harga itu (6.700) sudah sebelum lebaran.” Jelasnya.

Dia pun sempat menanyakan kepada portal ini, solusi agar harga jual karet seperti beberapa tahun belakangan. Atau setidaknya harga jual karet mantab di atas Rp 10.000/kg. Kendati demikian, keluarganya masih mengantongi pendapatan yang lumayan. Untuk getah mingguan, dari kebunnya mampu mengumpulkan karet sekita 400 kg dari dua lahan yang dimiliki kekuarganya. (fei)

olpaper
Online Paper Updated at:

 
back to top