Senandung Hikmah

RIBUAN WARGA MUARAENIM TERANCAM BELUM PUNYAK E-KTP JELANG PILKADA SERENTAK

RIBUAN WARGA MUARAENIM TERANCAM BELUM PUNYAK E-KTP JELANG PILKADA SERENTAK

Muara Enim -

Akibat adanya gangguan pada jaringan di pusat, sekitar 37 ribu warga di Kabupaten Muara Enim terancam tidak bisa memiliki E-KTP. Padahal tenggat waktu yang diberikan Pemerintah Pusat paling lambat pada 30 September 2016.

"Sampai hari ini kita belum bisa mencetak E- KTP, akibat adanya gangguan jaringan di Pusat. Padahal waktunya sudah sangat mepet," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Muaraenim Drs Iqbal Romzi, Jumat (9/9/2016).

Menurut Iqbal, gangguan jaringan tersebut sudah terjadi sejak tanggal 29 Agustus 2016, dan sampai hari ini belum juga tuntas. Akibatnya pihaknya tidak bisa menerima hasil validasi atau verifikasi sehingga otomatis data dari Pemerintah Pusat data yang telah dilaporkan belum bisa dicetak.

Akibatnya, sekitar 37 ribu warga Kabupaten Muaraenim yang belum melakukan perekaman E-KTP terancam tidak bisa memiliki E-KTP. Padahal batas akhir yang diberikan pemerintah pusat paling lambat tanggal 30 September 2016 mendatang.

Dikatakan Iqbal, selama ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar semua warga bisa melakukan perekaman E-KTP seperti dengan cara Door To Door dengan melibatkan pihak kecamatan, dimana data offline dari kecamatan diproses di Dukcapil lalu dilaporkan ke Pusat.

Namun sangat disayangkan hingga sekarang kita belum ada info kapan hasil perekaman bisa dicetak. Akibat gangguan tersebut, pihaknya berharap bisa cepat diperbaiki dan minimal E-KTP bisa selesai sebelum Pilkada serentak dilaksanakan di Indonesia, sebab E-KTP tersebut sangat penting bagi masyarakat dalam berurusan.

"Saat ini, hampir seluruh urusan mewajibkan menggunakan KTP, jadi ini sangat penting dan vital," tukasnya.

Penulis: Ardani Zuhri

Online Paper Updated at: 11.02.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top