Senandung Hikmah

HARGA TERUS MEROSOT, PETANI KARET DI MUBA SEMAKIN MENJERIT

HARGA TERUS MEROSOT, PETANI KARET DI MUBA SEMAKIN MENJERIT

Sekayu -

Semakin terpuruknya harga karet saat ini, membuat sejumlah petani yang berada di Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, semakin menjerit kencang.

Pasalnya harga karet di kalangan petani hanya seharga Rp 4.700 per kilogram.

Dengan harga tersebut membuat para petani karet mengalami kerugian karena harga yang terus merosot.

"Kondisi keadaan ekonomi sekarang ini sangat mengkhawatirkan, apalagi dengan harga karet yang terus mengalami penurunan yang sangat drastis. Oleh karena penurunan harga karet tersebut, petani semakin menjerit karena tidak stabilnya harga pasaran karet sekarang ini," kata Margaretha, petani Karet di Kecamatan Lais, ketika dibincangi, Rabu (7/9/2016).

Dijelaskannya, kondisi harga karet saat ini di tangan petani hanya sebesar Rp 4.700 per kilogramnya.

Harga tersebut sangat merosot tajam dengan harga sebelumnya sebesar Rp 7.500 per kilogram, berarti turun sejauh Rp 3.000.

"Dengan kondisi harga karet yang semakin turun tersebut, kami petani karet tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau begini terus harga karet bisa terus menurun, bahkan bisa-bisa karet tidak ada harganya lagi," ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya berharap harga karet bisa stabil minimal Rp 8.500 per kilogramnya.

Karena dengan harga tersebut, bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Harap kita harganya bisa menyentuh Rp 8.500 di tanggan petani. Dan apabila masih terus seperti ini, bisa-bisa penodongan dan tindak kriminal semakin meningkat," harapnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni

Online Paper Updated at: 10.12.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top