Senandung Hikmah

PEGAWAI RSUD KAYUAGUNG DITES URINE

PEGAWAI RSUD KAYUAGUNG DITES URINE

Kayuagung –

Pasca tertangkapnya pegawai di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, kasus narkoba dan perjudian di ruang instalasi sarana dan prasarana beberapa hari lalu.

Akhirnya seluruh pegawai ditest urine oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), Jumat (26/8/2016).

Kepala BNNK OKI H Ahmad SSos melalui Sekretaris BNNK Syaiful Bahri mengatakan, tes urine yang dilakukan ini adalah tindak lanjut dari penangkapan oknum PNS RSUD yang mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu beberapa hari lalu.

“Ini merupakan instruksi pimpinan, jadi kita harus melakukan tes urine kepada sejumlah Pegawai RSUD,” kata Syaiful.

Menurut Syaiful, tidak semua pegawai RSUD dilakukan tes urine hari ini mengingat ada yang tidak masuk. Ada pegawai mendapat jadwal kerja pada malam hari. “Untuk yang belum dites urine nanti kita konsolidasikan lagi dengan pihak rumah sakit, yang jelas kita hanya melaksanakan,” jelas Syaiful.

Direktur RSUD Kayuagung Dr H Dedi Sumatri mengatakan, tes urine ini dilakukan secara dadakan dan diam-diam agar tidak ada pegawai yang kabur. “Sengaja tidak dikasih tau kepada teman-teman kalau diberitahu nanti ada yang menghilang dan yang dites urine ini belum semuanya,” tutur Dedi.

Untuk itu, kata Dedi, untuk yang belum melakukan tes urine nanti akan didatangi langsung keruangannya masing-masing. “Yang jelas semuanya akan dilakukan tes urine tanpa kecuali,” tegas Dedi.

Mengenai pegawai yang ditangkap beberapa hari yang lalu dirinya sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, terkait oknum yang ditangkap kemarin pihaknya masih menunggu proses hukum.

“Siapapun yang mencoreng nama rumah sakit mau tidak mau akan kita ambil tindakan tegas,” jelasnya.

Kepala BKD OKI H Listiadi Martin SSos sangat prihatin dengan kejadian ini, kejadian ini merupakan pukulan bagi RSUD Kayuagung, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepegawaian bila nanti para PNS tersebut telah ditetapkan statusnya tersangka. “Kami tak akan mentolerir hal ini, kami akan usulkan pemecatan ke BKN bila memang statusnya telah jadi tersangka,” tegas Listiadi yang tidak main-main dengan kasus narkoba.

Penulis: Mat Bodok

Online Paper Updated at: 10.01.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top