Senandung Hikmah

LALAN PILOT PROJECT PEMBANGUN BERBASIS SUSTAINABLE LANDSACAPE

LALAN PILOT PROJECT PEMBANGUN BERBASIS SUSTAINABLE LANDSACAPE

Palembang -

Plt Bupati Muba Beni Hernedi paparkan mengenai potensi dan tantangan pengelolaan berkelanjutan Landsacape Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin dalam forum diskusi pembangunan wilayah Lalan berbasis sustainable landsacape di ballroom hotel Horison Palembang, Jumat (29/07/2016).

Dalam paparanya, Beni menjelaskan luas Kecamatan Lalan 100 ribu hektar, memiliki 26 Desa dan jumlah penduduk 39.785 jiwa dengan pemanfaatan lahannya sawah padi 40%, Kelapa Sawit 37% (30% Swasta, 7% Rakyat), Kelapa dalam dan Karet 5%, konsesi kehutanan 12%, Palawija dan Pemukiman 6%, tentunya harus dikelola dengan sistem pengelolaan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat Lalan.

"Selain banyaknya keragaman komoditi di dalam landscape Lalan seperti sawit, karet, kelapa dalam, kehutanan, persawahan tetapi masih ada  potensi pengelolaan Lain diantaranya Lalan merupakan gerbang perairan menuju pelabuhan internasional Tanjung Apu-Api (TAA), wilayah transmigrasi yang telah tertata dan memiliki legalitas, zona penyangga (Buffer Zone) kawasan Tanaman Nasional Sembilang, dan pusat situs Pra-Sriwijaya telah diinisiasi musium situs pra-sriwijaya diwilayah Karang Agung Tengah," ujar Beni.

Sedangkan yang menjadi tantangan kita, lanjut Beni kedepan ialah masih rendahnya peroduktivitas komoditi, masih terbatasnya sumber energi listrik di Kecamatan Lalan, perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dan menjadikannya sosial buffer dalam konservasi satwa dan situs sejarah, meningkatkan peran dan keterlibatan stakeholder lokal (swasta) dan unsur organisasi lainnya serta pemerintah dalam pembinaan masyarakat dan konservasi kawasan. "Kedepan kami juga berkomitmen untuk mendukung dan mengawal implementasi untuk pengelolaan dangku sembilang, memudahkan pelayanan perizinan bagi perkebunan masyarakat penertiban STDB-P bagi petani swadaya dan memaksimalkan program-program pemerintah," tambahnya.

Sementara itu, Fitrian Ardiansyah direktur IDH Indonesia mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Muba. "Lalan merupakan wilayah yang memilki komoditi yang cukup baik, maka dari itu kita harus bersama dan merangkul para stakholder dalam pengembangan dan meningkatakan produktivitas komoditi di Lalan dan menjadikan Lalan jauh lebih baik lagi untuk masa yang akan datang, dan mampu mendorong petani komoditi dalam mengembangkan kegiatanya,"ujarnya.

Maksuri selaku perwakilan petani Lalan juga menyampaikan bahwa petani Lalan sangat membutuhkan dukungan dan bantuan pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, para petani komoditi di Lalan saat ini sangat membutuhkan bantuan pemerintah terutama dibidang pupuk.

Najib Asmani staf khusus Gubernur bidang perubahan iklim, Prof,Dr. Ir. Robiyanto H Susanto, M.Agr Dosen Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Damayanti Buchari, MSe Dosen IPB, Prof. Andy Mulayana Dosen Unsri dan Desi Kusuma Dewi Senior program manager IDH, menjadi pembicara dalam acara  forum diskusi pembangunan wilayah Lalan berbasis sustainable landsacape.

(Penulis: Yogi Chandra , Editor: Aji Sumardi)

Online Paper Updated at: 10.20.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top