Senandung Hikmah

ISHAK MEKKI; MEMBANGUN KEAGAMAAN KOMITMEN SAYA SEJAK DULU

ISHAK MEKKI; MEMBANGUN KEAGAMAAN KOMITMEN SAYA SEJAK DULU

Palembang –

Di tengah jadwal kerja yang padat dan kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ishak Mekki menyempatkan diri menghadiri dzikir dan do’a bersama dalam rangka 9 Tahun Pesantren Aulia Cendekia, di Kampus Pesantren Aulia Cendekia Jalan Tanjung Api-Api Kel. Talang Jambe Kec. Sukarame Palembang. Rabu, (10/08).

Menurut Ishak Mekki, kehadirannya ini sebagai bentuk kecintaannya terhadap anak-anak para santri pondok pesantren di Sumsel. Sejak menjabat Bupati OKI dulu, kata Ishak Mekki, dirinya selalu memberikan perhatian penuh terhadap pondok pesantren sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan di bidang keagamaan.

“Pembangunan dibidang keagamaan sudah menjadi komitmen sejak dulu, saat menjadi Bupati saya sempat mendirikan Ponpes (Pondok Pesantren) dan Universitas Islam di Kabupaten OKI”. Ungkap Ishak Mekki dihadapan para santri dan Ibu pengajian Ponpes Aulia Cedekia.

Dalam kesempatan ini Ishak Mekki juga mengharapkan di usia ke-9 tahun ini Pondok Pesantren Aulia Cendikia kedepan semakin sukses dan dapat mendidik para siswa dan siswi yang berprestasi dan berguna bagi Nusa dan Bangsa, serta memberikan kontribusi besar bagi pendidikan yang ada di Provinsi Sumsel.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumsel sangat mengapresiasi  seluruh Ustadz dan Ustadzah yang mendidik dan membimbing siswa/siswi serta memberikan ilmu bermanfaat sehingga ilmu yang diberikan menjadi barokah dan menjadi generasi muda yang berguna bagi Nusa dan Bangsa serta mampu berkiprah diajang Nasional maupun Internasional.

“Selamat kepada Pondok Pesantren Aulia Cendikia, semoga kedepan semakin sukses dalam mendidik para siswa dan siswi yang berprestasi dengan memberikan kontribusi besar bagi pendidikan di Sumsel”, terangnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Aulia Cendekia Hendra Zainuddin mengatakan, Aulia Cendekia merupakan salah satu ponpes yang fokus terhadap hafalan Al-Qur’an bagi para santri. Sehingga, santriwan-santriwati baik yang mondok dan reguler (yang tidak mondok) wajib menghafal Al-Qur’an sampai tamat.

Menurutnya, santri yang mondok di pesantren diwajibkan hafal satu juz dalam satu bulan. Sementara untuk santri yang tidak mondok atau program umum, targetnya satu juz selama satu tahun.

“Yang tidak mondok selama mereka belajar di Aulia Cendekia wajib hafal minimal satu juz, untuk yang mondok kalau mereka (santri) tidak sampai tuntas menghafal Al-Qur’an, kami tak segan memberikan sanksi tegas”, ujarnya.

Hendra menambahkan, agar santrinya bisa hafal Al-Qur’an 30 juz, pihaknya menerapkan konsep yang sudah terbukti efektif untuk menyalin ribuan ayat Al-Qur’an pindah ke kepala santriwan-santriwati.

“Pesantren Aulia Cendekia memiliki metode fasilitator dan wali kelas. Mereka inilah yang menerapkan konsep kepada masih-masing anak asuhannya sehingga proses menghafal Al-Quran para santri terpantau per individu”, terangnya.

Sementara itu, awal mula berdirinya Ponpes ini, kata Hendra, dibangun di atas tanah seluas 2.500 meter. Seiring dengan bertambah banyaknya santri, perluasan lahan dan penambahan gedung juga terus dijalankan.

Dipilihnya nama Aulia Cendekia ini karena ingin semua santri-santrinya menjadi kekasih Allah yang pintar, saleh, dan tegar dalam menjalankan hidup sehari-hari di masyarakat.

“Diharapkan melalui Ponpes Aulia Cendekia mampu menjawab tantangan masyarakat global melalui pendidikan menghafal serta mengkaji Ulumul Al-Qur’an dan kitab kuning”, pungkasnya.(ADV. Humas Pemprov)

Online Paper Updated at: 11.26.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top