Senandung Hikmah

ALEX NOERDIN; MARI BERSAMA MENJAGA KAMTIBMAS DI SUMSEL

ALEX NOERDIN; MARI BERSAMA MENJAGA KAMTIBMAS DI SUMSEL

Palembang –

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Alex Noerdin mengajak seluruh instansi dan seluruh masyarakat untuk dapat menciptakan keamanan dan kerukunan antar umat beragama agar tetap selalu kondusif.

Himbauan ini disampaikannya pada Coffee Morning dengan Kapolda Sumatera Selatan dengan tema, “Kebersamaan dan Kerukunan Umat Beragama Dalam Rangka Menciptakan Situasi Kamtibmas Yang Kondusif”, di Gedung Catur Sakti Mapolda Sumsel. Rabu, (03/08).

Alex Noerdin menjelaskan tidak banyak daerah di Indonesia yang bisa menjaga stabilitas dan kondusifitas tapi di Sumsel.

“Allhamdulilah tidak pernah terjadi kerusuhan antar umat beragama dan keributan antar etnis sehingga terciptanya Sumsel yang kondusif. Ini semua tidak akan tercapai tanpa dukungan kita semua dan seluruh masyarakat Sumsel khusunya. Ini suatu prestasi yang luar biasa”, tegasnya.

Alex mengatakan, dinamika ini harus selalu dijaga, dipelihara dan disalurkan pada kegiatan-kegiatan positif. Situasi kondusif inilah Sumsel akan diingat dan dikenal sepanjang masa oleh negara lain dan terbukti dengan terlaksananya beberapa even-even yang digelar di Sumsel.

“Semua ini berkat kepercayaan dari negara asing kemudian dalam segi pembangunan juga telah banyak terlaksana seperti dalam bidang agama akan dibangun Masjid Sriwijaya di Jakabaring dan pembangunan bidang lainnya”, ujar Alex.

Sementara itu Kapolda Sumsel, Irjend Pol Djoko Prastowo mengatakan, coffee morning ini sudah dilaksanakan yang ke sekian kali, dan bertujuan mempererat silaturahmi di antara sesama sekaligus memunculkan tema-tema terbaru yang terjadi di luar.

“Semua ini dilakukan agar kita bisa menyingkapi dengan arib dan bijaksana sekaligus dapat mengambil hikmah yang terbaik. Mari kita jaga dan harus kita rawat dengan baik, dan kita berikan kesan di 2018 saat terlaksananya Asian Games di Sumsel”, ujarnya.

Ia juga mengatakan di daerah lain mengalami permasalahan sering terjadi konflik seperti di Pidie Aceh. Kemudian di Tanjung Balai Sumatera Utara terjadi perusakan tempat ibadah.

“Jadi kenapa itu terjadi dikarenakan banyak masyarakatnya yang kurang pemahaman ditambah provokasi menyesatkan. Kita tahu bahwa NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dibentuk berdasarkan kesepakatan antar etnis, suku, agama dan bersaudara sebagai bangsa Indonesia”, ujar Djoko.

Selanjutnya Pangdam II Sriwijaya, Mayjend TNI Sudirman mengatakan, akan selalu menjaga keamanan dan selalu mengawasi, menjaga Sumsel agar selalu tetap kondusif demi kenyamanan seluruh masyarakat Sumsel serta diharapkan dukungan besar dari semua jajaran serta masyarakat.(ADV. Humas Pemprov)

Online Paper Updated at: 11.04.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top