Senandung Hikmah

PEDAGANG BENDERA HIASI KAWASAN JALAN PROTOKOL KOTA SEKAYU

PEDAGANG BENDERA HIASI KAWASAN JALAN PROTOKOL KOTA SEKAYU

Sekayu –

Jelang hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) bulan Agustus mendatang, para pedagang bendera merah putih musiman mulai bermunculan dijalanan di wilayah Kota Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Sabtu, (16/07/2016).

Terlihat sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Sekayu mulai terlihat ramai dengan penjual bendera musiman. Bahkan sejumlah ruas jalan protokol di Kota Sekayu banyak dimanfaatkan para pedagang bendera musiman yang umumnya banyak datang dari Jawa barat memanfaatkan bibir jalan untuk menjajakan dagangannya.

Menurut hasil pantauan, berbagai ukuran bendera merah putih, umbul-umbul disusun rapi diseputaran jalan Kolonel Wahid Udin Kecamatan Sekayu atau dijalan protokol tepatnya disimpang empat perumahan IBI, didepan Kantor lurah Soak baru, didepan Kantor Bupati Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, dan didepan Kantor DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Muba.

Salah seorang pedagang bendera merah putih musiman yang berasal dari Bandung, Jawa Barat yang berjualan di kawasan Jalan Protokol tepatnya didepan Kantor Bupati Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Indra, mengatakan bahwa setiap tahun sejak tahun 2009, dirinya bersama teman-temannya (Osay, Iqbal, Ujang, Didin) berjualan bendera merah putih di Kota Sekayu kepada masyarakat dan instansi pemerintah juga instansi swasta untuk memperingati ulang tahun NKRI.

“Bendera laku dalam sehari kadang dua sampai tiga empat lembar malah lebih, kadang juga tidak laku sama sekali, biasanya para pembeli mulai muncul saat mendekati tanggal 17 Agustus. Biasanya bendera yang dijual ini banyak di beli oleh instansi pemerintahan dan instansi swasta baik itu perbankan maupun BUMN”, ujarnya.

Menurutnya bendera tersebut didatangkan dari Jawa Barat langsung dari produsennya. Untuk bendera merah putih maupun umbul-umbul dihargai sesuai dengan ukuran dan bahan kainnya, untuk yang paling murah mulai dari Rp. 30 ribu sedangkan yang paling mahal sampai Rp. 70 ribu.

Indra juga berharap pada peringatan HUT RI, jangan hanya dijadikan seremoni semata, melainkan sebagai pengingat masyarakat agar dapat memajukan bangsanya sendiri. Selain itu, pemerintah diharap lebih mementingkan kesejahteraan rakyat dan para pahlawan serta dapat mengkampanyekan setiap rumah dan kantor dapat memasang bendera supaya lebih meriah.

“Ini bukan karena saya penjual bendera namun kita harus bisa menghargai jasa-jasa pahlawan yang sudah berjuang untuk bangsa ini”, pungkasnya.(WindaC).

Online Paper Updated at: 10.18.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top