Senandung Hikmah

KONTEN LOKAL TV NASIONAL BELUM MAKSIMAL

KONTEN LOKAL TV NASIONAL BELUM MAKSIMAL

Palembang -

Penayangan konten lokal belum maksimal oleh Lembaga Penyiaran berjaringan yaitu  sebesar 10% sesuai aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Sistem Stasiun Jaringan (P3SSJ), bahkan ada beberapa TV nasional yang menayangan berulang-ulang program konten lokal, dan tidak update.

Menurut Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan (Sumsel) Lukman Bandar Syailendra, kenapa konten lokal di Sumsel belum maksimal, disebabkan belum meratanya TV nasional yang mendirikan Studio “Kuncinya harus memiliki studio, Langkah awal mereka membangun studio, tanpa studio tidak akan terlaksanakan konten lokal dan harus memakai SDM Lokal,” Ujarnya

Lanjut Lukman konten lokal oleh tv Nasional untuk tayang berita sudah update, kebanyakan sering berulang-ulang tayangan picture lokal, karena untuk memproduksi tayangan picture itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan SDM yang cukup banyak

“Kita masih memberikan kelonggaran kawan-kawan media, mereka masih merekrut  terus, karena untuk produksi siaran tidak segampang wartawan, memang kita sudah tekankan untuk membangun studio,” tutur Lukman

Terpisah, Anggota  komisioner KPID Sumsel, Edi Purnomo Kewajiban KPID mendorong  talent-talent lokal berkarya, dengan adanya konten lokal diharapkan talent di Palembang bisa diberdayakan, UU 32 harus 10 %  Tv Nasional harus minimal bersiaran lokal, UU 32 tidak disebutkan format acara seperti apa, bisa jadi berita lokal yang disiarkan secara nasional, dan ini menjadi alasan beberapa media mereka sudah menyiarkan berita Sumsel sudah lebih dari itu,  bahwa sudah meyiarkan siaran lokal

“Siaran lokal itu harus berproduksi secara lokal,”ujar Edi

Menurut Edy kadang TV Nasional  terlihat mengakali KPID dan masyarakat, Talentnya orang Palembang tapi produksinya di Jakarta, dan mereka sudah menyatakan itu adalah konten lokal.

“Bagi kita bukan hanya talentnya dari Palembang atau lokal,  tapi juga produksinya  sehingga berimbas masyarakat, dan kriteria Konten lokal harus mengangkat, peristiwa, berita lokal , kedua harus melibatkan talent lokal, dan produksinya harus di daerah setempat” Tutupnya. (fir)

Online Paper Updated at: 10.10.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top