Senandung Hikmah

HUT BANYUASIN KE 14, KORUPSI MASIH TUMBUH SUBUR

HUT BANYUASIN KE 14, KORUPSI MASIH TUMBUH SUBUR


Banyuasin –

Banyuasin genap berusia 14 tahun, dimana perayaan hari jadi Bumi Sedulang setudung Banyuasin ini akan di peringati dalam sidang  Paripurna istimewa DPRD Banyuasin, Senin (18/7/2016) besok. Momen ini tentu waktu yang pas bagi Bupati Banyuasin untuk melakukan koreksi dan mengukur jika dibawa kepemimpinannya telah mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance) sebagaimana poin ke lima dari misi yang di usungnya.

Namun dari data yang dihimpun, kasus korupsi yang dilakukan pejabat Banyuasin pada tahun 2015 masih cukup tinggi bahkan kejari Pangkalan Balai mengklim sepajang tahun 2015 ini telah berhasil menyelamatkan uang negara dari tindak pidana korupsi sebesar Rp 1,9 Miliar. Kondisi ini tentu bisa dibilang sebagai bentuk kegagalan orang nomor satu di Banyuasin ini dalam mencapai misi mulia dalam hal meningkatkan kemampuan Pemkab Banyuasin yang amanah, profesional dan berwibawa. Sejumlah pejabat Banyuasinpun sudah merasakan dinginnya ubin penjara, diantaranya Mantan Kadistanak Ir Madian Msi dan dua anak buahnya,  Mantan Kepala BPMD Amir Fauzie dan PNS Dishutbun Syaiful Bahri serta Mantan Kadisnakertran Drs Iskandar DM. "Kalau korupsi masih ada, pejabat banyak di Penjara artinya misi mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih itu gagal,"kata Deni Arianto Sekjen LSM Merah Putih, Minggu (17/6/2016).

Hal yang sama dikatakan Ismail Fahmi tokoh muda Banyuasin bahwa, misi yang usung Bupati Banyuasin tersebut belum sepenuhnya berjalan. "Baru sebatas misi sedangkan implementasinya masih kosong, artinya misi tata pemerintahan yang baik dan bersih baru sebatas konsep hiburan saja,"katanya.

Sedangkan Ketua PWI Banyuasin Saryanto juga menyebut bahwa KKN di Banyuasin masih tumbuh subur bahkan memang di pupuk. " KKN di Banyuasin kami nilai tumbuh subur, kita lihat saja pelaksanaan proyek, semuanya ada fee 10-30 persen. Belum lagi nepotisme dimana keluarga Bupati termasuk istri Bupati yang super sibuk dengan PKKnya masih diberi jabatan srategis, dan info dari pegawai  Koperindag, ngak pernah masuk kantor,"katanya.

Diberitakan sebelumnya, sepanjang tahun 2015 Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Balai telah berhasil menyelamatkan  uang negara sebesar Rp 1,9 Miliar dari tindak pidana korupsi.

Sedangkan untuk per April 2016 ini saja, Kejari Pangkalan Balai sudah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 352 juta dari kejahatan korupsi. "Uang negara yang kita selamatkan dari kasus tipikor tahun 2015 sebesar Rp 1,9 Miliar,"kata Kajari Pangkalan Balai Asmadi SH didampingi Kasi Pidsus Ryan Sumartha,Kamis (28/4/2016) lalu. Besar uang negara yang diselamatkan ini terangnya, karena para pelaku sebagian besar membayar kerugian negara. "Dengan membayar uang kerugian negara,para pelaku korupsi ini aman dari Subsider. Akan tetapi untuk hukuman dan denda tetap ada,"katanya.

Diantara uang negara yang bisa diselamatkan ini jelasnya ada kasus ganti rugi lahan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) dengan tersangka Amir Fauzi dan Syaiful Bahri. "Kalau saya tidak salah, jumlah uang negara yang diselamatkan ini jumlahnya Paling besar dibanding kejari lain,"katanya.

Sedangkan untuk tahun 2016 ini lanjut Kasi Pidsus Ryan Sumartha SH uang negara yang berhasil di kembalikan ke kas negara sekitar Rp Rp 352 juta. "Ini berasal dari kasus korupsi PNPM dengan tersangka Nurlela sekitar Rp 35-40 juta.Sedangkan yang terbaru kasus korupsi Dana aspirasi dewan di Disnakertrans dengan tersangka Mantan Kadisnya Iskandar sebesar Rp312 juta ini vonisnya 1 tahun, tapi ini belum setor ke kas negara masih menunggu petikan Putusan pengadilan karena kemaren baru dibacakan saja,"tandasnya.(Faz)

Online Paper Updated at: 18.41.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top