Senandung Hikmah

PETANI PLASMA TUNTUT PT ANDIRA AGRO SERAHKAN SHM


Banyuasin –

Ratusan petani yang tergabung dalam tiga KUD yakni KUD Kumbang Jaya,KUD Permata dan KUD Sumber Makmur Jaya Kecamatan Banyuasin I menuntut PT Andira Agro untuk menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas kaplingan kebun sawit plasma milik mereka. Petani menilai pihak perusahaan tidak berhak menahan sertifikat tersebut mengingat kewajiban mereka atas dana talangan telah dilunasi pada Desember 2015 lalu. Sedangkan cost dana talangan yang ditetapkan pihak perusahaan sebesar Rp 10.831.387.482 untuk tiga KUD merupakan keputusan sepihak yang baru dimunculkan dan tidak ada dalam perjanjian sebelumnya.

Sedangkan, menejemen PT Andira Agro menegaskan kewajiban petani belum selesai dan perusahaan akan menyerahkan SHM tersebut jika para petani yang tergabung dalam tiga KUD menyelesaikan kewajiban mereka terhadap semuanya biaya yang telah dikeluarkan pihak perusahaan. Dan pihak perusahaan tidak akan memotong sesenpun apa yang menjadi hak para petani.

Hal ini terungkap dalam rapat mediasi yang di fasilitasi bagian Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Banyuasin diruang rapat Asisten I,Rabu (4/5/2016). Rapat ini sendiri dipimpin Asisten I H Husnan Bhakti SH MH dihadiri Kabag PUM Dr Senen Har, Dinas Perkebunan, Anggota DPRD Banyuasin Budi Santoso,Joko Susilo,Indra Gunawan dan Sudirman Ruslan, Camat Air Kumbang Saleh Sediana, Serta pihak PT Andira Agro yang dihadiri langsung oleh Ceo Ari W dan para petani didampingi Ketua DPW  Apkasindo Sumsel H Slamet Somosentono.

Namun rapat mediasi ini belum menghasilkan keputusan, karena kedua belah pihak bersikukuh dengan kehendak masing-masing. Namun Asisten I H Husnan Bhakti bersama Kabag PUM meminta kedua belak pihak untuk membuat data versi masing-masing terkait persoalan ini. "Karena belum ada kesempakatan,maka kami minta kedua belah pihak baik petani maupun perusahaan untuk menyampaikan data versi masing-masing. Versi KUD Brapo nian yang mesti dibayarkan ke pihak perusahaan,brapa petani yang sudah lunas. Begitu juga pihak perusahaan brapo nian yang mesti dibayar petani,"kata Husnan.

Hasil perhitungan versi kedua belak pihak tegas Husnan akan dibahas oleh tim yang nantinya akan melibatkan Dishutbun dan Dinas Koperasi. "Nanti hitungan versi perusahaan misalnya akan kita hitung dengan kajian dinas Hutbun dan Dinas Koperasi,apakah boleh ada tambahan cost talangan atau tidak, kalau tidak tentu mohon maaf akan kita hapus dan sebaliknya,"jelasnya.

Dan hal terang Husnan, ini akan dibahas kembali dengan waktu yang akan kami beri tahukan secepatnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Banyuasin Budi Santoso meminta persoalan ini tidak merugikan para petani. Karena tujuan adanya perkebunan plasma untuk mensejahterakan masyarakat. "Hakekat itu perlu kita ingat, jangan sampai petani selalu menjadi korban. Artinya yang kami harapkan kedua belah pihak sama-sama untung,"tegasnya.

Dalam kesempatan ini, politisi PKS ini juga mempertanyakan adanya cost talangan yang ditetapkan pihak perusahaan. " Cost talangan yang ditetapkan pihak perusahaan ini saya pikir sangat membebani petani, maka saya minta penjelasan pihak perusahaan akan hal ini apalagi jumlahnya cukup besar. Dan ini juga mesti di pertanyakan dasar timbulnya cost talangan ini sedangkan dana talangan awal dan bunganya sudah ada,"tegasnya.

Kemudian Joko Susilo, SE yang melihat kondisi rapat tidak kondusif minta kedua belah pihak untuk kolling down terlebih dahulu dan jika dipaksakan bisa mengarah ke tindakan yang membahayakan. "Kalau diteruskan bahaya,jangan sampai terjadi sodong kedua.  jangan sampai ada pihak ketiga yang ikut-ikutan. Intinya mereka ini cuma minta sertifikat diberikan dimana kewajiban mereka sudah diselesaikan,"tegasnya.

Politisi Gerindra ini juga minta pihak perusahaan memperhatikan hak-haknya petani dan KUD. " Kalau perusahaan tetap ngotot maka Tim audit independent perlu dihadirkan. Saya pikir selagi perusahaan masih bersikap pro rakyat tidak masalah dan persoalan ini bisa diselesaikan,"tegasnya.(Faz)

Online Paper Updated at: 11.25.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top