Senandung Hikmah

LAHAN DISITA KOPERASI MANDIRI TUAH SEKATO, WARGA PULAU RIMAU NGADU KE DEWAN



Pulau Rimau –

Koperasi Mandiri Tuah Sekato dituding telah melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap sejumlah masyarakat yang ada di Kecamatan Pulau Rimau. Koperasi simpan pinjam yang beralamat di Desa Rukun Makmur Kecamatan Pulau Rimau ini telah melakukan penyitaan lahan milik masyarakat tanpa melalui proses hukum yang berlaku.

Selain itu, koperasi ini juga dinilai telah melenggar ketentuan Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Koperasi. Dimana suku bunga yang diterapkan melebihi bunga bank dan persyaratan dan ketentuan yang diterapkan pengurus koperasi dinilai sangat mencekik masyarakat sebagai peminjam.

Nuryadi didepan Komisi II mengatakan,Pada tahun 2014 dirinya minjam uang koperasi sebesar Rp 50 juta dengan kontrak kredit selama 36 bulan. "Saya sudah mengansur sebanyak 4 kali dengan ansuran perbulan Rp 2,039.000,"katanya.

Pada saat harga sawit anjlok Rp 400 perkilogram terang Nuryadi dirinya tidak mampu membayar cicilan hingga terjadi penunggakan selama 11 bulan. Dan oleh pihak koperasi didenda 39 persen per bulan. " Yang sangat mencekik lagi, koperasi menghitung tunggakan ini bunga berbunga setiap hari sehingga total tagihan Rp 66.165.550. Koperasipun melayangkan Surat teguran ke saya dan karena tidak mampu membayar akhirnya saya membuat surat perjanjian dan koperasi memberi tempo 1 bulan untuk proses pembayaran. Dan setelah mau dibayar hutang tidak lagi Rp 66.165.550 tetapi telah bertambah menjadi Rp 103.706.000,"katanya.

Dan yang mengejutkan lagi terang Nuryadi dirinya mendapat surat pemberitahuan tanah sudah disita nomor surat 112/KMTS.RM/PR/2016  tanggal 26 Januari 2016. "1,25 hektar kebun sawit milik saya yang sudah panen di Desa Sumber Rejeki jalur 1 Pulau Rimau telah disita dan kita diancam akan dilaporkan ke Polisi jika mengambil hasil dari kebun sawit tersebut,"katanya.

Ketidakadilan ini terangnya telah dilaporkan ke Dinas Koperindag dan UKM dan Komisi II DPRD Banyuasin dengan harapan ada penyelen. "Saya sangat berharap komisi II dapat penyelesaikan masalah ini karena menurut saya tindakan koperasi jauh dari asas keadilan dan kegiatannya tidak sesuai dengan semangat amanat UU no 25 tahun 1992 tentang Koperasi. Terutama terkait masalah simpan pinjam. Suku bunga tidak sesuai dengan aturan, seharusnya paling tidak sama denga  suku bunga bank paling besar 16 persen tapi koperasi suku bunganya 39 persen. Dan Yang paling berat denda bunga berbunga setiap hari. Sehingganya jumlahnya berlipat-lipat,"tegasnya.

Begitu juga dalam perjanjian akad kredit, pihak koperasi sangat merugikan pemimpjam. Seperti pasal 4,  apabila menunggak selama 3 bulan berturut turut dan sudah ditegur lisan dan terulis sebanyak 3 kali. Pihak I tidak membayar baik pokok maupun bunga denda maka seluruh jaminan pihak pertama menjadi pihak koperasi dan koperasi berhak untuk menjual atau melelang dibawah tangan jaminan tersebut.
Dan seluruh ahli waris dari pihak pertama tidak akan menuntun apa-apa dan tidak mencari bantuan hukum atau pengecara/LBH atau lembaga hukum lainnya. "Inikan sangat deskriminatif,"tegasnya.
Tidak hanya itu,lanjut dia parahnya lagi
Pasal 5. Apabila sakit atau meninggal dunia tidak bisa selesaikan hutangnya maka ahli waris harus menyelesaikan sampai lunas. ”

DEWAN PANGGIL INSTANSI TERKAIT

Komisi II DPRD Kabupaten Banyuasin berjanji akan menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat Pulau Rimau dengan Koperasi Mandiri Tuah Sekato.
Komisi II menjadwalkan Senin mendatang akan memanggil  Instansi terkait seperti Dinas Koperindag dan UKM, Pihak koperasi Mandiri Tuah Sekato dan masyarakat sendiri.  "Hari ini kita sudah mendengar laporan dari masyarakat terkait simpan pinjam hingga penyitaan lahan yang dilakukan pihak koperasi,"kata Ketua Komisi II Arisa Lahari didampingi H Azwar Hamid dan Ansori.
Pihaknya terang Politisi PDIP ini menjadwalkan untuk memanggil pihak terkait seperti Dinas Koperindag dan UKM dan pengurus Koperasi itu sendiri. "Kita Jadwalkan Senin mendatang untuk dibahas dan mencarikan titik penyelesaiannya,"katanya. (Faz)

Online Paper Updated at: 11.10.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top