Senandung Hikmah

JEMBATAN OGAN DUA JADI SARANG KAYU RANTING




Baturaja –


Sungai Ogan yang menjadi kebanggaan masyarakat OKU semestinya menjadi ikon yang terpelihara dengan baik. Bukan tidak mungkin, keberadaan sungai ini bisa menyumbang pendapatan di sektor pariwisata.

Namun sayang, sebagian masyarakat masih mengandalkan sungai ini sebagai sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK). Parahnya, kebersihan sungai seolah kurang diperhatikan pemerintah maupun masyarakat sekitar. Yang ada hanya himbauan berupa spanduk tentang menjaga kebersihan sungai.

Kayu dan ranting yang telah mengering bersarang di bawah jembatan Ogan Dua. Bahkan, karena terlalu lama menumpuk, menjadi semacam endapan dan pendangkalan arus sungai. Kondisi tersebut menjadi kurang sedap dipandang.

Di waktu-waktu tertentu, ada saja yang memanfaatkan tempat tersebut sebagai titik (spot) arena memancing ikan. Bram (35), warga yang asik memancing saat dibincangi mengatakan bahwa memang tumpukan ranting kayu tersebut sudah lama. “Lah lamo kak kayu-kayu ini. Jadi pangkalan tempat kami mancing,” ungkapnya.

Tumpukan kayu yang mengendap tersebut terbawa arus Sungai Ogan saat kondisi air pasang, dan menumpuk di bawah jembatan Ogan Dua, tepatnya di tiang penyangga. Tentunya hal ini bukan tidak mungkin akan terjadi kerusakan pada jembatan apabila dibiarkan terlalu lama. (fei)

Online Paper Updated at: 12.18.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top