Senandung Hikmah

DIDUGA SOPIR NGANTUK, TRUK TERJUN KE SUNGAI


Baturaja –

Dampak dari belum adanya perbaikan di Jalan Terbis, Desa Banuayu, Kecamatan Lubuk Batang, Ogan Komering Ulu (OKU) memakan korban. Truk PT Bhanda Ghara Reksa terjun bebas ke aliran Sungai Ogan setelah sang sopir Ritonga (47) tak mampu menguasai kendaraan yang dibawanya. Beruntung tak ada korban jiwa dalam musibah itu.

Tamsir (47), rekan korban, Jumat (27/5), menyebutkan, mereka berangkat dari Palembang berdua pada Kamis petang. Mereka konvoi dua mobil. Dalam konvoi tersebut, kendaraan yang dikemudikan Ritonga berada di belakang. Semula, Tamsir tidak mengetahui jika rekannnya mengalami kecelakaan.

“Saya tahu pas sampai di PT Semen Baturaja. Kok (Ritonga) gak ada,” ujarnya.

Dirinya pun mencoba menghubungi handphone Ritonga. Namun, handphone yang bersangkutan dalam posisi off. Pikiran aneh pun berkecamuk, meski dirinya belum mengetahui kondisi rekannya. Tak mendapat respon dari Ritonga, dirinya pun terpaksa balik arah. Meski loading order (LO) muat semen sudah dipegangnya.

“Biasanya kalau di miscall langsung telpon balik. Tapi ini malah gak aktif,” tuturnya.

Kecurigaan dan rasa penasaran yang berkecamuk membawa dirinya kembali menyusuri jalanan yang sudah dilaluinya. Tepat berada di lokasi jalan rusak Desa Banu, dirinya bertanya pada warga yang ada di lokasi. Padahal, ketika dirinya melintas tidak ada warga yang berjaga pasca pembubaran. Dari warga itulah, dirinya tahu jika rekannya “berendam” di tengah sungai berikut kendaraannya.

“Mereka memberi tahu ciri-cirinya, dan ternyata itu kendaraan Ritonga,” urainya.

Saat ditemukan, posisi kendaraan Ritonga sudah terseret dan tenggelam ke tengah sungai. Kuat dugaan, faktor mengantuk dan tidak adanya penjaga di lokasi itu serta minimnya rambu menjadi penyebabnya. Sebab, menurut dia, selama penjagaan dilakukan warga, dia dan rekannya masih aman melintas. Insiden itu terjadi Jumat (27/5) sekitar pukul 02.00 dini hari.

“Untungnya teman saya bisa berenang. Jadi selamat,” tukasnya.

Kapolsek Lubuk Batang AKP Suryanto menyebutkan, untuk sementara penjagaan oleh warga di lokasi kerusakan jalan dihentikan. Hal ini juga dilakukan di beberapa titik. Namun pasca dihentikan penjagaan dan justru menimbulkan korban. Dirinya berkoordinasi dengan kepala desa agar penjagaan dimulai lagi.

“Tapi harus dicatat siapa-siapa yang berjaga. Dengan begitu kalau ada yang melakukan pemerasan, bisa ketahuan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Suryanto, kondisi jalan di TKP memang rusak parah. Tanah di bawah jalan sudah terbis dan terbawa arus sungai. Ditambah lagi kalau malam kondisi jalan sangat gelap, dikarnakan tidak ada lampu untuk menerangi lokasi. “Kondisi jalan memang terbis. Beberapa waktu lalu sempat ditinjau pemerintah, tapi belum ada realisasi perbaikan. Kondisinya juga gelap, karena tidak ada lampu jalan,” terangnya.

Pihaknya berkoordinasi dengan dinas perhubungan, PLN dan Satlantas untuk menambah rambu lalu lintas dan meminta penerangan di sekitar lokasi kerusakan. “Kita juga berkoordinasi dengan pihak pengurus perusahaan untuk menarik mobil dari tengah sungai,” pungkasnya.

Kecelakaan tunggal yang terjadi Jumat dini hari itu menjadi tontonan warga dan pengguna jalan. Evakuasi truk tanpa muatan itu memakan waktu yang tidak sebentar. Sementara, Ritonga sopir truk masih dalam kondisi syok atas kejadian yang menimpanya. (fei)

Online Paper Updated at: 10.50.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top