Senandung Hikmah

UNSRI SEDIAKAN 80 KURSI SBMPTN CBT


Palembang -

Sejak dibuka pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 25 April lalu, hingga pukul 17.30 WIB jumlah peserta pendaftar SBMPTN sudah mencapai 363 peserta. Untuk kuota SBMPTN Unsri diperkirakan hanya disediakan 1.800 kursi

Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya, tahun ini pelaksanaan tes SBMPTN menggunakan sistem Computer Bassed Tes (CBT), dimana peserta nantinya saat mengikuti tes tertulis yang dijadwalkan pada 30 Mei mendatang akan menggunakan komputer.

Tetapi, pada pelaksanaan tes SBMPTN menggunakan sistem CBT ini, pihak Universitas Sriwijaya (Unsri) hanya menyediakan 80 unit komputer saja, artinya peserta yang bisa mengikuti tes SBMPTN CBT hanya berjumlah 80 peserta.

“Saat ini sudah ada 50 peserta yang mendaftar SBMPTN dan memilih sistem CBT untuk tes nantinya, masih ada 30 peserta lagi yang bisa memilih sistem tes CBT” ujar Rektor Unsri Prof Dr Ir Anis Saggaff MSCE didampingi Ketua Panlok SBMPTN Unsri, Prof Dr Zulkifli Dahlan MSi DEA dan Humas SBMPTN Unsri Prof Alfitri MSi.

Menurutnya, meskipun Unsri melaksanakan tes SBMPTN menggunakan sistem CBT, pihaknya tetap menyediakan Paper Bassed Tes (PBT) bagi peserta CBT. “Ini antisipasi kalau nantinya terjadi trouble, apalagi ini tahun pertama Unsri menyelenggarakan tes SBMPTN menggunakan sistem CBT,” ulasnya.

Lanjutnya, dari 76 PTN di Indonesia yang mengusulkan untuk melaksanakan tes SBMPTN menggunakan sistem CBT hanya 30 PTN yang mendapatkan restu dari pihak Majelis Rektor Indonesia.

“Ada plus minus-nya menggunakan sistem CBT ini, tetapi kami berharap tidak menemukan kendala dan segala persiapan sudah kami lakukan,” katanya.

Dijelaskan, pendaftaran SBMPTN ini nantinya akan ditutup pada 9 Mei mendatang, bagi peserta yang ingin mendaftar SBMPTN harus mengakses laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id. “Setelah itu peserta diwajibkan menyetor uang di bank BNI atau mandiri sebesar Rp.200 ribu untuk memilih tiga prodi,” terangnya.

Sementara itu, Anissa Retnowati salah satu peserta SBMPTN Unsri yang memilih sistem CBT mengatakan, dirinya memilih sistem CBT dikarenakan lebih praktis dan mudah, tetapi dirinya juga khawatir kalau nanti di tengah pelaksanaan tes menemukan kendala.

“Sempat ragu juga kak pilih sistem CBT, apalagi Unsri baru pertama kali. Takut nanti ada kendala, disisi lain sistem CBT ini lebih mudah mengerjakannya,” tuturnya.

Ia berharap, pada pelaksanaan tes SBMPTN nanti tidak menemukan kendala. “Ya, semoga saja panitia menyiapkan segala sesuatunya dengan baik supaya tidak ada kendala,” pungkasnya. (Tet)

Online Paper Updated at: 10.11.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top