Senandung Hikmah

TIBA DI OKU, SOAL UN KURANG 6 AMPLOP


Baturaja –

Setelah sukses melaksanakan ujian nasional (UN) tingkat SMA/sederajat tiga pekan lalu, kali ini giliran tingkat SMP/sederajat yang akan melaksanakan UN tahun ajaran 2015/2016. Di OKU, persiapan terus dilakukan Diknas dan masing-masing sekolah. Salah satunya, menyambut kedatangan naskah soal UN, Jumat (29/4).

Jika biasanya soal UN dititipkan di Diknas, kali ini dipusatkan di SMPN 1 OKU. Soal tersebut tiba sekitar pukul 11.00 WIB dikawal Disdik Provinsi dan Polda Sumsel. Sama seperti tingkat SMA kemarin, pengamanan hingga pendistribusian soal berlangsung lancar.

Kadisdik OKU Mahyuddin Helmi mengungkapkan, pihaknya sengaja menginapkan naskah soal UN di SMPN 1 OKU lantaran keterbatasan tempat. “Kalau di Diknas tempatnya tidak memungkinkan. Kita tidak ada gudang untuk menyimpan soal ini. Diletakkan di ruangan kerja pasti mengganggu. Makanya kita titipkan di sini (SMPN 1 OKU),” ungkapnya melalui Kabid Dikjar Erwani Santi.

Diknas memanfaatkan ruang perpustakaan SMPN 1 OKU sebagai tempat penitipan naskah UN tersebut. Erwani menjamin, keamanan naskah UN tersebut. “Kunci perpustakaan dipegang polisi. Diknas pegang kunci gemboknya saja,” imbuhnya.

Erwani menerangkan naskah soal yang tiba sebanyak 122 koli, terdiri dari soal UN SMP/MTs 111 koli, Paket B 8 koli, SMPlb 1 koli, dan Susulan 2 koli. Kedatangan naskah tersebut sengaja dipercepat, mengingat banyaknya tanggal merah (hari libur). Selain itu, pihaknya sibuk mempersiapkan pengumuman UN tingkat SMA pada 4 Mei mendatang.

“Kemungkinan pengumuman hasil UN SMA pada 4 Mei mendatang. Sementara 5 dan 6 Mei hari libur, dan 7 Mei hari Sabtu,” jelas Erwani.

Setelah tiba soal sendiri dibuka untuk melihat apa ada kekurangan. “Kita langsung hitung dan dibukak perkoli karna sering terjadi kekurangan. Jadi , kalau ada kekurangan bisa langsung melapor ke Diknas Provinsi. Dari pihak provinsi juga mengizinkan di buka kolinya . Asal jangan soalnya (amplopnya),” ungkap Erwani.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata mengalami kekurangan, khususnya soal UN Bahasa Indonesia untuk SMPN 10 OKU. “Ya, saat kita cek ternyata soal kurang sebanyak enam amplop, yakni lima amplop besar dan satu amplop kecil. Untuk SMPN 10 khusus mata pelajar Bahasa Indonesia. Tapi secepatnya kita lengkapi. Kita pastikan saat UN berlangsung soal sudah ada, sehingga tidak ada kendala,” bebernya.

Semenatra saat disinggung apakah dari 6.027 siswa yang mengikuti UN ada yang melaksanakan di rumah sakit ataupun rutan, Erwani mengatakan belum mengetahui. “Sampai saat ini kita belum ada laporan,” pungkasnya. (fei)

Online Paper Updated at: 11.10.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top