Senandung Hikmah

RUSPANDRI, S.H., PERAIH ILAA 2016, SEMPAT TIDAK PERCAYA


Muara Enim –

Ketika perbuatan yang kita jalankan iklas berkarya untuk kepentingan orang banyak dan kemajuan pembangunan negara dan daerah. Maka ada saja  penghargaan datang tanpa kita sadari. Hal inilah yang dirasakan oleh Ruspandri, S.H., Ketua Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Muara Enim. Pada saat dirinya mendapatkan kabar sebagai salah satu penerima penghargaan Indonesian Best Leadership Achievement Award 2016 (ILAA). Ada sebuah faktor–X yang sangat kuat, dan itu hasil dari kasih sayang Istri dan Kedua putrinya. Itulah ungkapan sarat makna dari seorang Ruspandri, sebuah keyakinan amat dalam, bahwa segala keberhasilan yang diraih hanyalah karena doa dan dukungan dari keluarganya.

Pada tahun ini Yayasan Citra Prestasi Anak Bangsa memilih dan memberikan penghargaan “Indonesian Best Leadership Achievement Award 2016”, kepada sejumlah figure atau tokoh yang telah mengukir karya nyata bagi pembangunan di Indonesia. Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Muara Enim Ruspandri, S.H., salah satu penerima penghargaan tersebut. Penghargaan bergengsi ini diberikan pada 23 April 2016 di The Grand Ballroom LumireHotel Jakarta.

Awalnya Ia tak pernah menyangka, “saya mendapatkan penghargaan ini menurut mereka dinilai mampu meningkatkan upaya Kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan ekonomi, sosial budaya dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, didaerahnya masing-masing”, ungkap suami dari Ibu Mardiah di Tanjung Enim. Selasa, (26/04/2016).

Ayah dari Diah Maya Sari dan Mutia Safitri ini sekarang juga salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muara Enim. Menurutnya, Indonesian Best Leadership Achievement Award 2016 merupakan penghargaan tertinggi bagi para pelaku pembangunan disegala bidang, baik dilingkungan pemerintahan maupun swasta yang telah memberikan kontribusi dan karya nyata dalam pembangunan kepada Bangsa dan Negara. Disamping itu, dirinya dinilai berprestasi karena mampu mengadakan kerjasama dengan para tokoh dari daerah-daerah lain.

“Proses pemilihannya berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Tim Pengamat, baik dari kalangan birokrat, tokoh masyarakat, kliping media cetak dan referensi, kemudian dilakukan pemantauan, pengamatan atau tatap muka. Berdasarkan kriteria itulah, saya diundang untuk menerima penghargaan bergengsi ILAA 2016”, jelas Ruspandri bangga.

Dikatakannya, penerima penghargaan ILAA ini seluruh Indonesia ada 45 figur atau tokoh. Dari Provinsi Sumatera Selatan sendiri ada 5 orang, di 4 Kabupaten, Muara Enim, Oku Timur, Lahat, dan Musi Banyuasin. Dua orang diantaranya dari Kabupaten Muara Enim yakni dirinya dan Drs. H. Thalib Yahya MBA (Ketua Yayasan Pendidikan Bina Mulya). Ada tiga bentuk penghargaan yang diterima yang telah dirancang secara khusus dan eksklusif yaitu Award, Certificate dan Medali.

“Alhamdulillah, penghargaan ini saya juga persembahkan pada seluruh masyarakat Kabupaten Muara Enim. Terima kasih atas dukungan semua pihak, membuat saya termotivasi terus berkarya dalam rangka membangun daerah”, tutur Ruspandri.

Ia aktif berorganisasi sejak duduk dibangku kuliah, di masyarakat beberapa jabatan organisasi sudah pernah didudukinya sejak tahun 2003. Mulai dari Forum Desa Lingga, Asosiasi Pengurus UKM Kabupaten Muara Enim, KNPI, Ketua Pandu Tani Indonesia Kabupaten Muara Enim, dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Muara Enim sekarang.(eko)

Online Paper Updated at: 19.04.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top