Senandung Hikmah

RAPAT KOORDINASI PENGAJUAN PEMBANGUNAN LAPAS IIB SEKAYU KHUSUS ANAK


Sekayu –

Rapat koordinasi tindak lanjut Memorandum of Understanding (MOU) Komisi Perlindungan Anak Daerah Musi Banyuasin (Muba) dengan Lapas Sekayu, tentang rencana pembangunan blok khusus anak di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) IIB Sekayu. Rapat dipimpin oleh Asisten III H. Yudi Herzandi, S.H., M.H., di ruang rapat Randik Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Rabu, (27/04/2016).

Dalam rapat tersebut dihadiri ketua KPAD Wahidin Suryo Husodo, S.Ag., Kasdim 0401/Muba Mayor Infantri Surobin, Kajari Edi Handoyo, S.H., Kepala Lapas IIB Sekayu Urib Herunadi, S.H., Kepala Pengadilan Agama, H. Shalahuddin, Kepala Dinas Sosial H. M.Sayuti, Kepala BKBPP Dikariani dan Popja III Siswoto Dahlan.

Ketua KPAD Wahidin Suryo Husodo, S.Ag., dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa pada akhir tahun 2015 KPAD meninjau ke lapas IIB Sekayu, bahwasannya sangat memprihatikan bagi anak-anak yang sedang bermasalah dengan hukum yang masih bergabung dengan narapidana dewasa. Oleh karena itu, diprogram 2015 untuk pengajuan usulan rencana di kegiatan 2016, KPAD siap untuk menjadi pelopor atau mempelopor terselenggaranya dan terwujudnya pembangunan blok khusus untuk anak yang persentatif..

“Mereka juga punya hak-hak yang harus kita penuhi selaku pemerintah maupun masyarakat di Muba, mengingat hak-hak anak, baik hak kesehatan, hak pendidikan maupun hak asuh atau pembinaan yang harus dilakukan didalam lapas itu”, paparnya. 

Pada penandatangan MOU beberapa hari yang lalu, menurut pandangan memang sangat perlu adanya lapas itu, dengan harapan menjadi wadah pembinaan bukan untuk mewujudkan wadah anak-anak yang menyimpang. Oleh sebab itu, KPAD berusaha semaksimal mungkin untuk meminta kepada pemerintahan bagaimana untuk mengatasi  hal-hal yang diajukan.

Ketua KPAD Wahidin Suryo Husodo, S.Ag., berharap, “Mudah-mudahan ini menjadi rekomendasi kita bersama, layaknya blok anak di Lapas IIB Sekayu dibuat rencana untuk pembangunan blok khusus anak di Lapas IB Sekayu, dan semoga dapat terealisasi”, harapnya.

Kepala Lapas Sekayu Urib Herunadi, S.H., mengulas lapas secara umum. Lapas sekayu merupakan lapas umum dimana menerima tahanan Narapidana (Napi) baik laki-laki, perempuan dan anak-anak. Sesuai perkembangan, bahwa kapasitas dilapas sekayu itu untuk 135 orang, tetapi dihuni 591 orang, makanya kita tempatkan di blok anak, karena tempat narapidana dewasa tidak tertampung lagi. Jadi, narapidana dewasa masuk kesana.

“Terkait dengan bercampurnya napi anak dan napi dewasa, sehingga KPAD sangat menghawatirkan semua pemandangan apa yang dilakukan oleh orang-orang dewasa dapat langsung dilihat anak dan dapat mempengaruhi anak, dan itu sangat berbahaya sekali”, terangnya.

Lebih lanjut, Kepala Lapas Sekayu Urib Herunadi, S.H., menyampaikan bahwa tempat masih bisa fungsikan menjadi blok fasilitas-fasilitas berupa kamar, tempat belajar, perpustakaan dan ruang makan, “tempat yang ada masih memadai, dan masih memungkinkan untuk dibangun tempat bermain dan berolahraga”, tambahnya

Pada kesempatan itu juga, Asisten III H. Yudi Herzandi, SH., MH., menanggapi semua masukan dari peserta rapat dan menyimpulkan tentang pembahasan masalah blok anak dilapas. “sudah ditinjau tinggal menunggu permohonan proposal dari lapas. Masukan, dukungan dan dorongan dari KPAD memberikan dorongan kepada lapas dan lapas meneruskannya kepada Bapak Bupati dan juga hasil rapat hari ini”, terangnya.

“Untuk 2016 ini tidak akan terkejar lagi, setidaknya dengan membangun atau merenovasi blok didalam lapas, sudah merajut musyawarah ini. Ajukan kepada bupati tinggal bagaimana arahan beliau, dan yang terpenting ada pembinaan terhadap orang-orang yang ada dilapas, hak mereka untuk mendapatkan pendidikan, olahraga, kesehatan. Bagaimana kondisi mereka didalam, dengan bergabungnya tahanan umum, antara tahanan dewasa dan anak tidak dipisahkan mengingat kapasitas nya sudah melebihi”, pungkasnya.

Asisten III H. Yudi Herzandi, S.H., M,H., juga menyarankan kepada Kepala Dinas Sosial H. M.Sayuti untuk memperhatikan tentang belajar mengaji dan solat, yaitu dengan mempersiapkan guru untuk mengajarkanya,  serta dianggarkan seperti sejadah, mukenah dan jilbab.

Dalam hasil rapat tersebut, Asisten III H. Yudi Herzandi, S.H., MH., dan seluruh peserta rapat sepakat untuk mendukung upaya pembangunan atau hanya direnovasi blok lapas khusus anak dan perempuan. (WindaC)

Online Paper Updated at: 19.06.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top