Senandung Hikmah

POLISI TERUS USUT KEPEMILIKAN AMUNISI




Palembang -

Polisi terus mengusut kepemilikan senjata api pensiunan Polri, AKBP Bambang Sugiharto (65). Dia diketahui bertransaksi di Cibubur, Jakarta Timur, kemudian menunggu kiriman di Jambi.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Tjahyono Prawoto melalui Kasat Reskrim, Kompol Maruly Pardede, Senin (25/4/2016), mengatakan Bambang memesan dua pucuk pistol jenis FN dan 3.900 amunisi di Cibubur. Selain amunisi buatan Pindad, juga buatan Itali dan Amerika.

Transaksi dilakukan pada Rabu (20/4/2016) lalu. “Jual beli senjata dan amunisi dilakukan di wilayah Cibubur. Dengan siapa bertransaksi, ini masih kita dalami,” kata Maruly.

Untuk dua pistol, FN tersangka membeli seharga Rp 25 juta. Untuk pembelian 3.900 butir amunisi berbagai tipe, harganya Rp 12,5 juta.

“Tersangka mengaku sudah dua kali melakukan transaksi pembelian amunisi,” kata Maruly.

Berikut amunisi yang dimiliki Bambang, 49 kotak kaliber 9×19 mm, .20mkotak kaliber 7,62×45 mm, 19 kotak kaliber 30 mm, 50 kotak kaliber 7,62 mm, 2 unit magasin jenis pistol FN, 1 magasin jenis karabin.

PERNAH PENGURUS PERBAKIN
Pensiunan polisi berpangkat AKBP berinisial BS yang kedapatan menyimpan ribuan amunisi ternyata pernah menjadi pengurus Persatuan Menembak Indonesia Indonesia (Perbakin). BS telah selesai menjalani pemeriksaan di Polda Jambi setelah diamankan saat hendak mengambil kiriman paket dari Jakarta berisi ribuan amunisi di loket bus PO Laju Prima, Minggu (24/4).

“Dia (BS) pensiunan polisi, dulunya pernah menjadi pengurus Perbakin,” ujar Wakapolresta Jambi AKBP M Yudha Setyabudhi, Senin (25/4/2016).

Selain itu, tambah Yudha, BS juga sering menjadi wasit dalam pertandingan dan kejuaran-kejuaraan yang diselenggarakan oleh Perbakin.

Menurut Yudha Setyabudhi, ribuan peluru yang diamankan di Loket Bus Laju Prima dan rumah pribadi BS di Jl Jawa Lorong Mas Indah No 300 Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi memang lazim digunakan oleh anggota Perbakin.

“Memang peluru ini biasa digunakan di Perbakin, yang kaliber 306, 308, biasa digunakan di Perbakin. Yang kaliber 32 dan 9 juga biasa digunakan oleh anggota Perbakin. Kalau yang kaliber 38 adalah peluru yang biasa digunakan oleh Polri,” ujar Yudha.

Namun, kepolisian belum bisa memastikan apakah amunisi tersebut memang benar digunakan untuk keperluan Perbakin. “Saat diamankan, di (BS) belum bisa menunjukkan dokumen-dokumen peluru tersebut. Kami masih menunggu (dokumen),” tutur Yudha.

Yudha sendiri menolak memberikan keterangan lebih jauh. Alasannya, kasus ini ditangani oleh Polresta Palembang, Sumatera Selatan. “Kami hanya diminta mem-back up pengembangan kasus ini. Yang lebih berwenang memberikan keterangan adalah Polresta Palembang,” ungkapnya.

Rencananya, BS akan dibawa ke Polresta Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (dtc)

Online Paper Updated at: 10.23.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top