Senandung Hikmah

PEMBANGUNAN GARDU INDUK SUNGAI LILIN TERHAMBAT


Sungai Lilin –

Pembangunan Gardu Induk (GI) Sungai Lilin sepertinya bakal terhambat. Pasalnya, 53 titik yang dibangun tiang Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) terkendala ganti rugi.

Menurut Menurut Manajer Hukum dan Pertanahan PT PLN (Persero) UIP III Sumsel Ir H M Reza, pembangunan yang dilaksanakan baru selesai dari Jambi ke PLTU IPP Sumsel V di Bayung Lencir, dan sudah berfungsi. Sementara dari PLTU IPP Sumsel V Bayung Lencir ke PLTU IPP Sumsel VII Sungai Lilin dan ke Gardu Induk (GI) di Betung terhambat pengadaan tanah tapak tower dan ruang bebas untuk pasang kawat.

“Ada tujuh titik  tanah yang belum bisa dibebaskan. Secara umum, tanah-tanah milik masyarakat. Alasan mereka beragam, ada yang minta ganti rugi tinggi tidak mengikuti ketentuan perundang-undangan dan ada yang menolak betul adanya transmisi ini. Padahal, transmisi ini penting untuk mendukung PLTU IPP Sumsel di Sungai Lilin,” ungkap Reza ,Kamis (28/4).

Kemudian lanjut Reza, 53 titik lagi secara yuridis dinyatakan masuk dalam kawasan hutan produksi. PLN sudah memiliki beberapa izin, artinya secara legal sudah bisa bekerja. Tapi nyatanya, tanah sudah dikelola masyarakat dalam bentuk kebun. “Kita sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang masuk dalam kawasan hutan untuk tanam tumbuh kami bisa ganti rugi. Tapi untuk tanah, kami tidak bisa karena itu tanah kawasan,” bebernya.

Hal tersebut, lanjut dia, sudah dilaporkan ke PLN Pusat. Pada 3 Mei nanti, PLN Pusat akan mengundang jajaran Pemkab Muba, Kementerian Kehutanan, dan TP4D Sumsel untuk rapat menyikapi persoalan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Muba Drs H Sohan Majid MM mengatakan sehubungan dengan pembangunan jaringan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap Independent Power Producers (PLTU IPP) Sumsel V Bayung Lencir, kearah PLTU IPP Sumsel VII Sungai Lilin kemudian ke GI Betung. Pihaknya sangat mendukung penuh demi selesainya pembangunan SUTET.

“Sambil jalan kita harus kerja keras walaupun waktu semakin mepet. Kami siap mendampingi dan mendukung penuh itu pembangunan SUTET, Karena mengejar waktu kami sarankan PT PLN harus menambah Tim lagi guna tercapainya target pada Desember 2016 ini,” ujarnya.

Sohan juga menghimbau kepada para camat terkait pembangunan tapak SUTET agar tetap berada dikecamatan masing-masing untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar benar-benar menyambut baik pembangunan yang sedang dilaksanakan. “Untuk permasalahan yang ada dimasyarakat, walaupun tekad kita sama dalam mempercepat pembangunan ini, namun kita negara hukum untuk itu kita laksanakan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Sohan. (edy)

Online Paper Updated at: 11.07.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top