Senandung Hikmah

PELATIHAN BLK ANGKATAN 1, PELAKSANAANNYA SUDAH DIMULAI

Sekayu -

UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) sekayu menerima kursus gratis tahun ajaran 2016 dengan delapan kejuruan yakni teknis las listrik, teknik otomotif sepeda motor, teknik instalasi penerangan, teknik pendingin, komputer perkantoran, teknisi komputer, menjahit dan tata rias. Hari ini mulainya pelatihan untuk angkatan pertama di tahun 2016 di UPTD BLK jalan kolonel wahid udin lingkungan II kelurahan kayuara (belakang politeknik) Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin. Senin (25/04/2016).

Menurut hasil yang dihimpun awak media LintasPe, Syarat-syarat pendaftaran pelatihan BLK yakni fotokopi ijazah terakhir (min. SLTA sederajat) atau SKHU bagi yang baru lulus, fotokopi KTP, fotokopi kartu pencari kerja (Ak.I), pas photo ukuran 3×4 cm, pas photo ukuran 4×6 cm, map polio biasa, dan mengisi formulir pendaftaran. Pelaksanaan latihan angkatan I pada bulan April 2016, angkatan II pada bulan Juli 2016, dan angkatan III pada bulan September 2016.


Kepala Balai Latihan Kerja, Azhari Achmad saat ditemui mengatakan bahwa ada 24 kelas untuk periode ini, jumlah peserta untuk masing-masing bidang keahlian 16 orang dan 30 kali pertemuan, sedangkan untuk proses perekrutannya itu diumumkan secara luas dengan memasang spanduk dan mengumukannya dimedia massa dan media elektronik, dan peserta mendaftar diseleksi dengan wawancara.

Untuk angkatan pertama ini ada tujuh kelas yaitu menjahit dan komputer perkantoran ada dua kelas untuk setiap bidang, teknik pendingin, instalasi penerangan, teknisi komputer, tata rias ada satu untuk setiap bidang, sedangkan untuk teknik las listrik dan otomotif sepeda motor pelaksanaan latihannya angkatan kedua.

Tambahnya, Untuk bidang keahlian teknik harus mempunyai ijazah SLTA sedangkan untuk dibidang keahlian non teknik seperti tata rias dan menjahit minimal mempunyai ijazah SMP, sedangkan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu tidak boleh mengikuti pelatihan BLK karena pelatihan ini untuk orang yang ingin bekerja tapi untuk perusahaan swasta itu diperbolehkan.


Lebih lanjut, Kepala Balai Latihan Kerja, Azhari Achmad menyampaikan target yang ingin dicapai setelah peserta menyelesaikan kursus. “Diharapkan para peserta pelatihan BLK mampu bekerja dibidangnya masing-masing, Untuk program lanjutan setelah lulus itu tidak ada penempatan kerja untuk peserta, dengan kemampuan yang telah diajarkan agar bisa membuka wirausaha sendiri”, ujar azhari saat ditemui awak media LintasPe diruang kerjanya.

Untuk instruktur, sebagian dari BLK ada instruktur tetap yaitu PNS, kalau bidang teknis las dan otomotif sepeda motor itu instrukturnya belum dapat, biasanya mengambil dari lembaga pelatihan swasta yang mempunyai usaha sendiri atau yang kesehariannya bergelut dibidangnya. Yang mana syarat untuk menjadi instruktur BLK memiliki pendidikan formalnya minimal D3 atau pendidikan dari kementerian dan membuat surat permohonan langsung di BLK atau di Disnakers.

Kepala Balai Latihan Kerja, Azhari Achmad juga mengatakan bahwa dana untuk pelaksanaan kegiatan kursus termasuk belanja perangkat, peserta kursus dan gaji instruktur itu dari APBN dan APBD. “Untuk alat tulis dan alat-alat praktek itu semua sudah disiapkan dari BLK dan dananya itu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah”, pungkasnya.

Pada kesempatan itu juga, Ir. Zulfakar diruang kerjanya mengatakan bahwa pembukaan pelatihannya itu belum tau pasti kapan namun untuk pelaksanaan pelatihan sudah dimulai.

Peserta pelatihan BLK ditahun ini ada 384 peserta, yang mana para peserta yang mendaftar diutamakan pengangguran agar melalui kursus ini bisa membuka usaha sendiri atau wirausaha baru. Setelah selesai pelatihan tidak ada program lanjutan misalnya penempatan kerja karena belum berbasis industri.

Pelatihan BLK ini berbasis kompetensi dan bermasyarakat, jadi Untuk PNS tidak boleh mengikuti pelatihan ini tapi jika PNS yang sudah pensiun dan X PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di perusahaan itu diperbolehkan.

Lanjut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ir. Zulfakar mengatakan bahwa “dana untuk pelaksanaan kegiatan kursus termasuk belanja perangkat, peserta kursus dan gaji instruktur itu dari Dana Alokasi Khusus (DAK)”, terangnya. (WindaC)

Online Paper Updated at: 10.21.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top