Senandung Hikmah

H RIDHO YAHYA SESALKAN HASIL PROGRAM BEDAH RUMAH DIKOMERSILKAN


Prabumulih –

Beredarnya isu adanya warga kurang mampu penerima program bedah rumah dari Pemerintah kota menjual rumah yang telah selesai dibedah sangat disesalkan Walikota dan sejumlah anggota DPRD Prabumulih mengingat program bedah rumah pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan fasilitas hunian bagi masyarakat kurang mampu.

Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM saat dimintai tanggapanya mengatakan, terkait adanya isu yang beredar bahwa terdapat pemilik rumah yang rumah yang menjual kembali rumahnya setelah diperbaiki melalui Program Bedah Rumah sangat disesalkan karena telah menyalahgunakan bantuan yang diberikan.

“Program Bedah Rumah dilaksanakan Pemerintah kota semata-mata adalah untuk meningkatkan taraf hunian bagi masyarakat yang kurang mampu, jika terdapat masyarakat penerima program bedah rumah yang menjual kembali rumahnya setelah selesai diperbaiki berarti masyarakat tersebut tidak bersyukur atas bantuan yang diberikan,” katanya.

H Ridho Yahya sangat menyayangkan jika isu yang beredar tersebut benar-benar terjadi mengingat bantuan bedah rumah diberikan untuk meningkatkan fasilitas hunian masyarakat kurang mampu bukannya untuk dikomersilkan dan berharap fenome menjual rumah hasil Progam bedah rumah tidak tidak banyak dilakukan pemilik rumah.

“Kita cuma bisa berharap rumah hunian yang diperbaiki melalui Program Bedah Rumah benar-benar dapat memberikan manfaat bagi pemilik rumah dan tidak dijual kembali untuk dikomersilkan, kalaupun hal itu terjadi kita juga tidak dapat memberikan sanksi karena tidak ada dasar hukum yang mengikat,” sesalnya.

Masih menurut H Ridho Yahya, fenome menjual rumah hasil Program bedah rumah diluar dugaan Pemerintah kota yang memang belum diatur, untuk mengantisipasi tidak terjadi lagi penjualan rumah hasil program bedah rumah pihaknya akan membuat aturan hukum tersendiri sebagai dasar hukum yang mengikat.

“Misalnya dengan membuat Peraturan daerah (Perda) ataupun dengan membuat surat perjanjian antara Pemerintah kota dengan penerima bantuan Program bedah rumah, sehingga jika terjadi pelanggaran item perjanjian yang telah disepakati keduabelah pihak maka dapat diberlakukan sanksi pidana,” pungkasnya.

Demikian pula halnya yang disampaikan salah satu anggota DPRD Prabumulih, Adi Susanto SE menurutnya, tindakan penerima bantuan Program Bedah Rumah menjual kembali rumah yang telah diperbaiki adalah tindakan yang sangat keliru karena menyia-nyiakan banturan dari Pemerintah yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Suatu hal yang tidak sepantasnya pemilik rumah penerima bantuan Program bedah rumah menjual kembali rumah yang telah diperbaiki Pemerintah, untuk mengantisipasi terjadinya fenomena ini tentunya peran serta pengawasan dari masyarakat sangat dibutuhkan dengan segera melaporkan kepada pemerintah setempat,” paparnya.

Anggota Komisi III DPRD Prabumulih ini meminta peran serta masyarakat untuk memberitahukan Pemerintah apabila program pengentasan kemiskinan tersebut disalahgunakan oleh oknum tertentu, peran serta RT/RW sebagai ujung tombak Pemerintah kota diharap dapat  bersama sama mengawasi dan melaporkan apabila terdapat bantuan pemerintah yang diperjualbelikan. (nov)

Online Paper Updated at: 11.04.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top