Senandung Hikmah

BPOM SIDAK MAKANAN YANG MENGANDUNG FORMALIN DIPASAR PAGI SEKAYU


Sekayu -

Adanya penyalagunaan formalin sebagai bahan pengawet makanan. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang melakukan sidak dengan memeriksa dan menguji makanan yang positif mengandung formalin dipasar pagi di Jalan Kapten A. Rivai (Talang Jawa) Kelurahan Balai Agung Kecamatan Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Jumat, (29/04/2016).

Dalam pemeriksaan tersebut, melibatkan BPOM Palembang Noviansyah, Markonah dan Jum’ad dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muba, Arjoni dari Kecamatan Sekayu dan Wika dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muba menemukan sejumlah makanan yang diduga mengandung formalin seperti tahu, mie kuning, cincau, ikan asin impor, ikan tongkol, bakso, buah apel dan anggur.

Menurut hasil yang ditemui awak media lintasPe, tahu dan mie kuning yang ada dipasar pagi di jalan Kapten A.Rivai positif mengandung formalin, serta kulit buah apel juga mengandung lilin yang mana telah dilakukan pemeriksaan yang diuji oleh Wika dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, hal itu terungkap saat uji sampel bahan makanan.

“Bahan makanan yang positif mengandung formalin seperti tahu, cincau dan mie kuning yang diproduksi dari Palembang. Untuk tindak lanjut kami kepada pedagang yang terbukti menjual makanan yang mengandung formalin akan diberikan peringatan dan didata agar tidak menjualnya lagi, apabila masih dijual akan disanksi dan akan dibawa ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)”, ujar Noviansyah dari BPOM Palembang saat dikonfirmasi awak media LintasPe.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengujian yang terbukti mengandung formalin, seluruh sampel sudah diamankan. “Kami hanya meminta keterangan dari para pedagang terkait lokasi pembelian makanan tersebut”, tambahnya.

Wika dari Dinas Kesehatan Kabupaten Muba pada kesempatan itu juga mengatakan, “Mereka mengaku tidak mengetahui karena ambil dari pemasok. Sekarang ini, kita hanya memberikan teguran dan penyuluhan saja dengan menyimpan makanan yang mengandung formalin untuk tidak dijual lagi, tapi kedepannya jika masih berjualan makanan yang membahayakan konsumen, kita akan tindak tegas karena formalin digunakan sebagai pengawet makanan membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat luas”, ungkapnya.(WindaC).

Online Paper Updated at: 11.10.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top