Senandung Hikmah

ASPIRASI TIDAK DITANGGAPI, WARGA MENGELUH

Karang Dapo -

Ketua Badan Pemerintahan Desa (BPD) Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Saidi Pasolba mengutarakan keluhannya dihadapan Wakil Bupati Devi Suhartoni. Beberapa kali mengusulkan ke pemerintah melalui pihak kecamatan Karang Dapo, yakni pada setiap kali kegiatan pelaksanaan Musrenbang untuk melakukan pemotongan tanjung sungai, karena kalau tidak dilakukan, dipastikan mengakibatkan bencana banjir tidak kunjung selesai.


“Kami selaku aparat desa, sudah berapa kali mengusulkan baik ke pihak kecamatan maupun langsung Ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Muratara. Malahan pertama kali sejak masih menjadi bagian Kabupaten Musi Rawas (Mura), dan terakhir Musrenbang tingkat kecamatan bulan lalu,” kata Saidi pada saat tanya jawab pasca Wabup melantik Pj Kepala Desa Biaro Barun.

Saidi menjelaskan, ada sebanyak 575 rumah yang dipastikan terendam bila air rawas pasang. Bahkan bisa saja hanyut kalau tanjung sungai tersebut tidak dipotong. Ditambahkannya, Mengingat sekarang, sedang berlangsung pembangunan masjid Alhidayah yang dananya lumayan besar yakni Rp1,5 miliar yang merupakan swadaya masyarakat sejak 2010, terhambat diakibatkan banjir yang terus-terusan melanda Desa Rantau Kadam.

“Sekarang sedang dibangun masjid yang terpaksa terhambat pembangunannya,  lantaran banjir,” tuturnya. (mir)

Online Paper Updated at: 11.13.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top