Senandung Hikmah

ALEX NOERDIN : 48,35 PERSEN ENERGI BATUBARA INDONESIA BERADA DI SUMSEL



Palembang –

Indonesia merupakan negara yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa. Dan SDA yang ada di Indonesia ini sebagian besar dimiliki oleh Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). “Salah satu kebangggaan Provinsi Sumsel itu adalah memiliki SDA yang sangat luar biasa dan SDA yang terbesar di Provinsi Sumsel adalah Batubara”, ujar Gubernur Sumsel H. Alex Noerdin saat menerima Direktur Utama PT. Bukit Asam, Arviyan Arifin bersama jajarannya di Griya Agung Palembang. Selasa, (26/04).

Alex noerdin mengatakan, dari 100 persen SDA batubara yang ada di Indonesia ini, 48,35 persen ada di Provinsi Sumsel. “Jadi batubara yang ada di Indonesia setengahnya ada di Sumsel, batubara juga sebagai penerbit fosil yang menjadikan energy tenaga listrik dan sebagainya”, katanya.

Lebih lanjut diungkapkannya, produk ekspor terbesar Provinsi Sumsel ini di Negara China dan hebatnya lagi negara China akan membangun Powerplain besar-besaran di Mongolia dan membuat transmisi tegangan tinggi ke Selatan lebih dari 3.000 KM menuju Huangzo. “Kalau itu selesai mereka kemungkinan tidak memerlukan lagi batubara dari luar termasuk dari Indonesia”, ungkap orang nomor satu di Provinsi Sumsel ini.

Alex Noerdin menjelaskan dengan memiliki SDA yang melimpah seperti ada Batubara, ada juga Minyak, Panas Bumi dan lainnya, kalau panas bumi di Indonesia 70 persennya ada di Sumsel, jadi luar biasa sekali potensi SDA yang dimiliki Sumsel. “Untuk itulah kita akan serap energy dari powerplain tadi untuk kawasan special ekonomi khusus Tanjung Api-api (TAA), mengapa karena di KEK TAA akan banyak para Investor yang akan berinvestasi disana ditambah lagi pemerintah akan membangun 4 kilang minyak berkapasitas 300 ribu barol perhari dan dari 4 kilang itu akan masuk ke TAA. jadi prospek TAA dengan dimasuknya kilang minyak, Dubai Port dan lainnya ini juga sangat menyerap dan memerlukan energy batubara”, jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Bukit Asam, Arviyan Arifin menyampaikan, memang tantangan PT. BA relative kedepan cukup berat. “Tantangan kita saat ini cukup berat pertama memang harga batubara sendiri yang masih belum menunjukan kearah kebaikan, malah turun”, katanya.

Dengan terjadinya penurunan seperti yang sudah terjadi pada tahun kemarin indeks batubara masih 60 sekarang 50. Ini menunjukkan bahwa suatu sinyal indeks memang tidak bisa dikontrol. Oleh sebab itu, kalau tidak bisa mengontrol harga tentu ada hal-hal yang bisa dikontrol dalam perusahaan supaya poin-poin perusahaan ini tetap bisa berjalan, kemudian visi-misi perusahaan bisa jalan dan yang penting lagi dampak kepada pemerintah dalam hal pendapatan, pemerintah daerah dan masyarakat sekitar tambang. “Jadi kita semua melalui tantangan yang memang harus kita hadapi dan kita juga bertekad bahwa apa yang sudah kita rencanakan di tahun 2016 bersama teman-teman akan kita capai, kalau perlu lebih dalam hal terkait kinerja dalam  perusahaan keseluruhan”, ungkapnya.(ADV. Humas Pemprov)

Online Paper Updated at: 10.17.00
Get Free Updates:
*Please click on the confirmation link sent in your Spam folder of Email*

Be the first to reply!

Poskan Komentar

 
back to top